Berhenti Merokok
Kamu bisa menjadikan Bulan Ramadhan sebagai momentum untuk berhenti merokok.(Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Salah kebaikan yang bisa kamu lakukan di Bulan Ramadhan adalah memanfaatkannya sebagai momentum untuk  berhenti merokok.

Bagi seorang perokok aktif, lamanya durasi puasa juga memisahkannya dari batang rokok selama sekitar 13 jam, dari waktu sahur hingga berbuka.

Namun, masihi banyak perokok yang memanfaatkan kesempatan berbuka untuk langsung menghirup zat berbahaya tersebut.

Tentu ini cukup aneh, artinya ia hampir seharian menahan diri dari berbagai hal yang diharamkan kemudian berbuka dengan hal yang membahayakan tubuhnya.

Nah Kali in sabigaju mau kasih kamu mengapa kebiasaan langsung merokok saat perut kosong setelah berbuka puasa sangat berbahaya. Berikut ulasannya.

BACA JUGA: Dampak yang Terjadi Pada Tubuh Usai Menenggak Minuman Beralkohol 

Merokok Saat Perut Kosong Berbahaya

Rokok dengan berbagai jenisnya merupakan bahan organik yang mengandung Tar dan nikotin.

Bahan kimia ini akan lebih berbahaya jika masuk ke dalam tubuh Anda saat keadaan perut kosong setelah berjam-jam puasa.

Jika kamu langsung merokok saat buka puasa dalam keadaan perut kosong, risiko untuk mengalami mual, muntah, kelelahan, dan pusing sangat tinggi.

BACA JUGA: Inggris dan Amerika Mulai Terapkan Pembatasan Rokok Elektrik 

Kandungan karbon monoksida dalam asap rokok dapat masuk ke dalam aliran darah dan menurunkan kadar oksigen dalam darah.

Hal ini mengakibatkan sel-sel dalam tubuh Anda kekurangan oksigen, sehingga kamu merasa lelah dan pusing. Gas ini juga dapat menurunkan fungsi otot dan jantung.

Karbon monoksida dalam darah juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Lama-kelamaan, ini dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah arteri Anda serta membuat pembuluh darah arteri mengeras, kaku, dan kurang elastis.

Hal ini kemudian mengakibatkan pembuluh darah menyempit dan akhirnya mengarah pada penyakit jantung dan stroke.

BACA JUGA: Warganet Rayakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 

Nikotin itu Jahat

Sementara Nikotin yang diserap tubuh dalam keadaan perut kosong bisa lebih besar dibandingkan dalam keadaan perut sudah terisi. Sehingga, semakin besar risiko terkena kanker paru.

Nikotin dalam rokok juga dapat menimbulkan banyak dampak buruk bagi kesehatan, seperti peningkatan tekanan darah, detak jantung, dan aliran darah ke jantung, serta menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.

Semua hal ini kemudian dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Nikotin juga merupakan zat adiktif yang membuatmu ketergantungan dengan rokok..

Merokok tidak baik untuk kesehatan. Hal itu  berarti tidak baik untuk diri sendiri, di agama juga dilarang untuk menyakiti diri sendiri. Artinya berhenti merokok,adalah tindakan tepat! (Sbg/Rig)

Comments