Menerima Kekalahan
menerima kekalahan harus sejak dini, hal ini membangun semangat kompetisi secara positif dan mempengaruhi kesuksesan seseorang. (Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Sepertinya tak ada orang yang mau menerima kekalahan dan lebih menginginkan kesuksesan dan kemenangan dalam berbagai bidang kehidupan yang digelutinya.

Namun terkadang hidup tak semanis kisah dongeng, adakalanya kita mengalami kekalahan dan kegagalan dalam pertarungan di kehidupan ini.

Dan sayangnya, banyak orang di dunia ini yang sulit menerima kenyataan pahit jika mengalami kekalahan ataupun kegagalan lantaran hal itu dianggap sebagai hal memalukan.

Itu sebabnya mereka pun merasa malu, marah, kecewa, kesal, bahkan mendendam ataupun berbuat rusuh  saat mengalami kekalahan ataupun kegagalan

Padahal jika kita diajarkan untuk menerima kekalahan harus sejak dini, hal ini membangun semangat kompetisi secara positif dan mempengaruhi kesuksesan seseorang di dunia persaingan saat ini.

Nah, sabigaju mau kasih tips bagaimana kita harus bersikap menerima kekalahan

BACA JUGA: Jaga Kedamaian, Ricuh di Jakarta Jangan Terulang

Relaksasi

Dr. Herbert Benson  dalam bukunya The Relaxation Response mengatakan bahwa mengambil napas panjang dan mengeluarkannya pelan-pelan sudah terbukti ampuh untuk mengatur denyut jantung, nadi, dan aliran darah.

Hal ini akan membuat tubuh terasa lebih rileks dan tenang. Lakukan berulang kali untuk mengatasi merasa kemarahan agar bisa menerima kekalahan.

Bayangkan pemandangan menenangkan seperti desiran ombak di pantai atau indahnya langit senja.

BACA JUGA: Jangan Takut! Kegagalan itu Tandanya Sudah Dekat dengan Kesukesan

Mengakui

Jiwa sportif dalam berkompetisi harus dijunjung tinggi. Menerima kekalahan adalah tidak memaksakan ego. Jika Anda tidak menerima, maka sulit menjalani langkah untuk melanjutkan hidup di kemudian hari.

Menurut Psikolog Mary Alvord, kemenangan lawan mungkin membuat kalian merasa iri. Perasaan tersebut adalah hal yang wajar, asal jangan berlebihan.

Perlakukan lawan sebagai seorang pemenang, bukan orang yang menjatuhkan kalian. “Jika kalian adalah pemenang, kalian tentu menginginkan pengakuan, bukan hinaan dari lawan. Perlakukan lawan sebagaimana kalian ingin diperlakukan jika kalian adalah pemenangnya,” papar  Alvord.

BACA JUGA: Kegigihan Bisa Mencederai Kesejahteraan Dirimu 

Redam emosi Pilih Jalan damai

Kecewa? Pasti. Tapi jangan ikuti amarah. Redam emosi Anda untuk menghadapi rasa takut dari kekalahan ini.

Dan yang penting adalah jangan anggap lawan sebagai musuh. Jadikanlah lawan sebagai kawan. Berdamai dengan lawan dan beri dukungan. Berteman dengan lawan akan menciptakan hati dan suasana damai. inilah cara paling elegan menerima kekalahan

BACA JUGA: 4 Buku Super yang Bakal Mengubah Dirimu Menjadi Manusia Berarti

Kalah Bukan Berarti kamu Buruk

Jika kamu mengalami kekalahan terimalah.dengan begitu kamu tidak perlu menghakimi lawan atau diri sendiri. Ingat kekalahan kalah, bukan berarti kamu buruk, namun hanya kurang beruntung. Jadi, tidak perlu menghakimi apa pun.

Menerima kekalahan membuat kita tidak menjadi  perusuh yang menyebalkan. (Sbg/Rig)

Comments