Sabigaju.com – Terlahir dengan fitrah tidak bersalah, setiap anak adalah ibarat kertas putih yang masih polos. Setiap goresan, lipatan, atau bahkan sobekan pada kertas tersebut adalah bagaimana lingkungan membentuknya. Sebagai orangtua, bukan hal yang asing jika seorang anak belajar pertama kali dari ayah atau ibunya.

Rumah adalah pendidikan pertama baginya tentang segala hal. Termasuk pandangan hidup dan cara bersosialisasi. Sebagai bagian dari sosialiasi, toleransi adalah hal yang harus diajarkan pada anak.

Baca juga: Waspada, Gaya Parenting Ternyata Punya Dampak pada Kesehatan Mental Kamu!

Memperlakukan perbedaan sebijaksana mungkin, jadi tugas orangtua untuk menanamkannya pada anak. Bagaimana mengajarkan hal serumit sekaligus sesimpel toleransi pada anak? Berikut Sabigaju beri sedikit tipsnya.

Jadilah teladan yang baik tentang perbedaan sosial

Tidak dapat dipungkiri bahwa anak akan selalu melihat cerminan diri dari orang tuanya. Apa yang diajarkan orang tua secara lisan, tidak akan sekuat apa yang ditunjukkan secara perbuatan. Mulailah bersikap toleran dan bersahabat dengan perbedaan ketika sedang bersama anak. Apa yang kamu lakukan, akan dilihat dan ditiru oleh anak. Hal ini termasuk bagaimana sikapmu menghadapi perbedaan dalam sosial.

Bereaksilah pada hal negatif di sekitarmu

Terutama saat ada anak, berbuatlah sesuatu jika ada hal ganjil yang terjadi di sekitarmu. Misalkan ada orang lain yang bercanda tentang hal rasis atau bersifat merendahkan, tegurlah ia dengan baik. Bela dengan kemampuanmu hak orang yang tertindas di depan anak, maka si kecil akan paham mana yang salah dan benar. Ia juga akan melihat bahwa hal tertentu boleh dikatakan atau dilakukan, mana yang tidak boleh.

Kenalkan anak pada berbagai macam perbedaan budaya

Semakin bervariasi perbedaan yang anak lihat dan dengar, semakin mudah ia beradaptasi. Perkenalkanlah berbagai jenis perbedaan, dari kulit, bahasa, agama, hingga suku yang ada di dunia ini. Cari metode belajar yang menyenangkan untuk mengajarkan perbedaan dengan tepat. Jawab dan jelaskanlah pada anak bahwa berbeda itu bukan suatu hal yang harus jadi masalah.

Baca juga: Lima Ponsel yang Aman untuk Buah Hati Anda

Bawa kesan dan pesan di luar ke dalam rumah sebagai pelajaran

Saat sang anak selesai bermain dan berinteraksi dengan temannya, bawalah pulang cerita untuk pelajaran. Jelaskan bagaimana perasaan dirinya atau orang lain jika ada yang memperlakukan mereka secara tidak adil. Tunjukkan dengan contoh yang telah ia rasakan atau lihat bahwa perbedaan bisa saja mengakibatkan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, ia harus selalu berusaha menerima perbedaan dan bersikap bijak terhadap perbedaan itu.

Hargailah ‘fitur unik’ dalam diri anakmu sendiri

Meningkatkan rasa percaya diri anak tidak melulu harus berbentuk pujian saat ia melakukan prestasi. Kamu bisa mengajarkan toleransi lewat penekanan bahwa setiap orang, termasuk dirinya, adalah unik dan berbeda. Perbedaan yang ia miliki dengan orang lain adalah hal yang tidak harus dijadikan masalah. Ia tidak boleh mengolok orang lain sebagaimana ia tidak ingin diolok karena fitur dan penampilan dirinya. Dengan menghargai anak, orang tua juga menanamkan nilai menghargai orang lain yang akan diingat dan dipahami oleh anak. (Sbg/Novel)

Comments