Sejumlah masjid di Kota London, Inggris dikabarkan menerima zakat dalam bentuk uang virtual, bitcoin. (Foto: Pixabay)
Sejumlah masjid di Kota London, Inggris dikabarkan menerima zakat dalam bentuk uang virtual, bitcoin. (Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Selain sebagai instrumen investasi digital, bitcoin alias uang virtual yang diterbitkan dengan cara mining, ternyata juga diterima untuk bersedekah di beberapa masjid di Kota London, Inggris. Tak hanya Bitcoin, mata uang virtual (cryptocurrency) lainnya seperti Ethereum dan Ripple juga disambut oleh pengurus masjid.

Dilansir laman VOA,  Masjid Shacklewell Lane di Dalston, London timur, menerima sumbangan dalam bentuk bitcoin dan mata uang kripto (cryptocurrencies) lain untuk memperluas basis pendonor dan mengurangi biaya penukaran mata uang, kata para pemimpin masjid tersebut.

Walaupun mendapat tentangan dari beberapa ulama, seperti Mufti Agung Mesir, mengatakan bahwa uang virtual tidak diizinkan menurut Hukum Islam. Tapi, Abdalla Adeyemi, imam Masjid Shacklewell, membela keputusan untuk menjadikan bitcoin sebagai salah satu alternatif beramal dan bersedekah.

“(Karena) bitcoin sama layaknya dengan mata uang lain. Bitcoin diterima oleh sekelompok orang. Kami sendiri tidak memperdagangkannya  kami badan amal,” kata Adeyemi.

Masjid Shacklewell mengatakan pihaknya adalah satu dari beberapa organisasi yang menerima mata uang kripto dari ratusan di London. Dan langkah tersebut membuahkan hasil.

Pihak masjid mengatakan pihaknya yakin jumlah donasi yang diterima akan berlipat ganda tahun ini menjadi lebih dari 10 ribu pound (setara US$ 13.300).

Bitcoin Tidak Haram

Masjid Shacklewelldi Kota London, Inggris (Foto: Facebook Ali Young 779)
Masjid Shacklewelldi Kota London, Inggris (Foto: Facebook Ali Young 779)

Hal Senada juga dikemukakan oleh penasihat di Masjid Shacklewell Lane, Zayd al Khair yang menjelaskan, pada umumnya mata uang atau alat pembayaran yang sah di mata negara maka dianggap halal.

“Yang menjadi panduan adalah nilai yang diwakilinya. Jika uang atau alat pembayaran itu ditransaksikan dengan cara yang sah, maka itu halal,” ujarnya sebagaimana dilansir laman telegraph.co.uk, belum lama ini

Memang sempat ada kekhawatiran dari para ulama, bahwa sedekah dengan uang virtual serupa menukar emas menjadi uang. Akan tetapi, mata uang digital ini sudah banyak digunakan oleh masyarakat.

“Perlu ada yang memimpin. Kami sudah memulai mengkampanyekan terobosan ini. Jika itu berhasil, saya yakin lebih banyak lagi masjid yang menerima cryptocurrency,” tambahnya.

Selain Masjid Shacklewell Lane, Masjid Hackney dan Ramadan juga menerima bitcoin. Mengutip dari INews.co.uk, Ketua masjid Hackney, Erkin Guney mengatakan, cryptocurrency yang terkumpul akan digunakan untuk memperbaiki masjid dan membantu keluarga muslim yang tidak mampu.

“Itu tidak berbeda dengan mentransfer uang dari bank,” ujarnya.

Dia memperkirakan, sedekah menggunakan cryptocurrency selama pekan pertama Ramadan sudah mencapai 10 ribu pound sterling atau setara Rp 189 juta. Dana itu pun dikelola oleh badan amal terdaftar, UK Islamic Islamic Trust.

Tidak sah di Indonesia

Walaupun euforia masyarakat tentang bitcoin semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Namun Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan pengumuman bahwa alat tukar virtual termasuk bitcoin yang tengah jadi perbincangan dunia itu tidak diakui sebagai alat pembayaran sah di Indonesia.

Menurut BI, setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan Rupiah

BI juga melarang seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran dan penyelenggara teknologi finansial di Indonesia untuk memproses transaksi pembayaran dengan alat tukar virtual seperti bitcoin. Artinya, bitcoin akan tak lagi bisa dipergunakan.

Penyelenggara sistem pembayaran yang disebut BI termasuk bank yang melakukan switching maupun kliring, bahkan penyelenggara dompet elektronik dan transfer dana. (Sbg/Rig)

 

Comments