Menerapkan anjuran WFH
(Foto: Pexels.com)

Sabigaju.com – Salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah dalam menghadapi lonjakan penularan virus COVID-19, adalah meneluarkan anjuran kepada para karyawanuntuk melakukan work from home alias WFH ataupun remote job.

Kebijakan work from home adalah karyawan dihimbau untuk melakukan pekerjaan di rumah sehingga dapat menghindari terbentuknya kerumunan.

Menerapkan  WFH tak hanya bermanfaat bagi kesehatan seecara fisik di masa pandemi ini.  WFH dan remote work  punya manfaat yang baik bagi kesehatan mental karyawan.

Kesehatan mental sendiri sangat penting untuk di jaga di tengah melonjaknya angka penularan virus Covid-19.

WFH dan Kesehatan Mental

Dalam sebuah studi yang digagas organisasi nirlaba Mental Health America (MHA) bersama FlexJobs terhadap pekerja di Amerika Serikat terungkap bahwa sebanyak 80 persen partisipan percaya bahwa fleksibilitas kerja seperti WFH dan remote work  membantu mereka menjaga kesehatan mental dengan lebih baik.

Mayoritas responden yang dilibatkan dalam studi tersebut sepakat bahwa WFH membuat mereka lebih produktif.  Bahkan bisa menjaga kesehatan secara keseluruhan, fisik maupun mental.

Selain itu faktor waktu  dan lokasi kerja yang fleksibel mendukung karyawan menjalani kehidupan pribadi mereka.

Dalam studi tersebut, 75 persen responden setuju bahwa stres di tempat kerja sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental yang menyebabkan kecemasan atau depresi.

Sebanyak 17 persen menyebut itulah masalah utamanya. Ada 66 persen peserta studi yang memilih bekerja remote secara purnawaktu setelah pandemi selesai.

Sementara, 33 persen peserta lainnya yang mengharapkan bisa memiliki kombinasi antara datang ke kantor dan bekerja jarak jauh.

Terdapat 83 persen responden yang berpendapat bahwa memiliki pekerjaan fleksibel menurunkan tingkat stres. Sebanyak 67 persen mengatakan fleksibilitas kerja meningkatkan waktu untuk berolahraga.

Lebih penting lagi, sekitar 92 persen responden berpikir pekerjaan yang fleksibel membuat mereka lebih bahagia. Poin ini penting karena tingkat stres semua orang tentunya lebih tinggi semasa pandemi.

WFH dan Remote Work Lebih Menyehatkan

Hasil studi ini bisa dibilang menawarkan opsi mengenai pola serta struktur cara kerja yang mungkin lebih menyehatkan di masa mendatang.

CEO dan pendiri FlexJobs, Sara Sutton, mengatakan, mengizinkan karyawan bekerja secara fleksibel dapat secara signifikan mengurangi konflik antara kehidupan pribadi dan profesional.

Dengan begitu,keseimbangan dapat tercapai sehingga kebutuhan mental, emosional, dan fisik karyawan dapat terpenuhi.

“Mengingat stres dan ketidakpastian akibat corona, membuat karyawan memiliki lebih banyak kendali atas hari kerja mereka dapat berdampak besar pada kesehatan mental dan kebugaran secara keseluruhan,” papar Sutton.

Sementara  CEO Mental Health America, Paul Gionfriddo, berpendapat bahwa pembuat kebijakan di perusahaan perlu mempertimbangkan pilihan kerja yang fleksibe seperti WFH dan remote work.

Saat ini dan di masa yang akan datang hal itu menjadi bagian penting dalam membantu karyawan untuk berkembang.

“Bahkan sebelum pandemi, beberapa industri paling sehat yang berkaitan dengan kesehatan mental dan kesejahteraan karyawan telah memberikan tawaran pilihan kerja yang fleksibel,” pungkas CEO Mental Health America tersebut . (Sbg/Rig)

Comments