Wewey Wita
Wewey Wita meroket namanya setelah menyabet medali emas dari cabang olahraga pencak silat dalam ajang Asiang Games 2018 beberapa waktu silam. (Foto: Instagram/w2y_wita)

Sabigaju.com – Menjadi seorang bintang tentu enggak mudah. Ada proses panjang dan keras yang harus dilalui. Itu juga yang dijalani Wewey Wita, seorang atlet pencak silat yang baru-baru ini disorot namanya karena telah mengukir sejarah.

Masih lekat diingatan kita soal euforia Asian Games 2018 kemarin. Bukan hanya karena Indonesia jadi tuan rumah, tapi juga banyaknya medali yang diraih para atlet. Di antara para atlet yang meraih medali emas, ternyata ada Wewey Wita dalam salah satunya.

“Berkesan, karena pencak silat adalah cabang olahraga baru di Asian Games yang ditandingkan. Aku mau ukir sejarah,” tutur Wewey yang ditemui Sabigaju di bilangan Pondok Indah, Sabtu (13/10) siang WIB.

Awal mula terjun ke pencak silat

Sejak kelas 5 Sekolah Dasar (SD), Wewey mulai jatuh cinta pada pencak silat. Ia juga rutin menjalani latihan pada bela diri lain seperti taekwondo atau karate. Namun menurut pengakuannya, pencak silat yang menempati hati Wewey hingga sekarang ini

Tapi bukan jalan lurus yang Wewey jalani. Ia sempat ditentang orang tua yang lebih berharap bahwa Wewey menjadi model saja. Menurut mereka, pencak silat terlalu maskulin. Sang Ibu bahkan sempat memintanya berhenti berlatih demi keamanan buah hatinya.

“Tapi akhirnya aku diem-diem latihan. Kalau ada turnamen ikut. Pulang-pulang bawa tropi. Akhirnya mamah mikir, yaudah kayaknya bakat kamu di situ,” imbuh Wewey.

Kondisi finansial keluarga jadi faktor ketekunan Wewey Wita

Siapa sangka bahwa selain mencintai pencak silat, Wewey teguh berlatih demi pencapaian finansial yang baik. Ia ingin sekali bisa jadi juara dan mendapat banyak hadiah.

“Karena aku tulang punggung keluarga, ada masa keluargaku jatuh banget keuangannya. Papahku bangkrut dan kita sampai pernah enggak ada sama sekali listrik di rumah,” cerita Wewey.

Itu sebabnya, bagi Wewey, menjalani pencak silat dengan tekun akan turut mendongkrak perekonomian keluarga.

“Apalagi kemarin Asian Games aku dapat banyak hadiah, uang 1,5 M belum lagi pekerjaan jadi PNS,” tambah Wewey yang nada suara gembira.

Konsistensi Berujung Prestasi

Nampaknya, kisah Wewey menunjukkan bahwa segala hal bisa didapat jika dijalani dengan konsisten dan keyakinan. Wewey menjalani pencak silat sedari usia 11 tahun hingga kini usianya beranjak 26 tahun. Bahkan sebelum Asian Games, ia juga meraih medali emas di Sea Games.

Selain karena nyaman dan faktor finansial, Wewey juga bangga mempersembahkan prestasi terkait bela diri asli Indonesia kepada dunia. Menurutnya, pencak silat memiliki ritme gerakan indah yang patut dikenalkan ke seluruh dunia.

“Sebetulnya pencak silat itu punya gerakan indah, memang ada sih wushu (bela diri asli Tiongkok), tapi pencak silat kan punya Indonesia,” tutur Wewey.

Tak hanya itu, Wewey juga memiliki pesan baik untuk para anak muda Indonesia.

“Kuncinya jangan ragu tunjukkin kemampuan, apalagi buat sesuatu yang asli Indonesia,” pungkas wanita yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikannya. (Sbg/Dinda)

Comments