Social Jet Lag
Banyak orang yang tak menyadari bila kondisi social jet lag sangat berbahaya dan berdampak buruk bagi kesehatan manusia. (Foto:.Hopkinsmedicine.org)

Sabigaju.com –  Jelang weekend ini mungkin kamu sudah menyusun rencana untuk bersenang-senang dengan teman-temanmu.

Yup, setelah bekerja keras lima hari, biasanya akhir pekan tentu disambut dengan bersemangat.

Tak sedikit orang yang memanfaatkan waktu akhir pekan seakan menghadiahi diri sendiri waktu ekstra beberapa jam saja. Itu berarti kamu bisa kencan, jalan-jalan, atau sekadar nonton serial televisi favorit, lebih lama. Dan Tidur jadi pilihan nomor 20.

Mungkin ini menyenangkan, tapi kamu perlu tahu kalau hal tersebut tidak menyehatkan. Sebab kamu bisa mengalami apa yang disebut social jet lag.

BACA JUGA: Kurang Tidur Bikin Kehidupan Seksualmu Menurun!

Social Jet Lag dan Pengaruh Buruk Terhadap Kesehatan

Jika di hari pertama masuk kerja, perasaan yang timbul bukan hanya malas, tapi juga jadi cepat lelah.

Padahal hanya duduk di depan komputer dan bercengkrama dengan kawan di kantor saja rasanya badan sudah sangat lelah. Kenapa ya?

Yap, Kamu tengah mengalami apa yang disebut social jet lag lantaran kurangnya beristirahat.

Istilah social jet lag sudah beredar cukup lama. Awalnya adalah pada 2006. Saat itu periset menemukan istilah ini saat mempelajari betapa jadwal sosial termasuk di dalamnya bekerja dan sekolah mengharuskan seseorang untuk bangun pada jam tertentu–mengganggu ritme alami individu.

BACA JUGA: Sulit Tidur Karena Pikiran Penuh? Begini Cara Mengatasinya

Studi kemudian berkembang hingga ada yang berhasil menarik kesimpulan antara social jet lag dan obesitas. Sementara studi lain menunjukkan bahwa orang dengan pengaturan waktu tidur yang salah cenderung lebih berisiko mengidap diabetes.

Riset terbaru yang dipublikasikan sebagai suplemen abstrak dalam jurnal American Academy of Sleep Medicine, menyimpulkan, social jet lag juga berhubungan dengan kondisi kesehatan buruk, penyakit jantung, mood memburuk dan meningkatnya rasa lelah serta kantuk.

Nah, sejauh ini kamu sudah paham kan kalau social jet lag bisa jadi memiliki efek jangka panjang berbahaya yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

BACA JUGA: Begadang dan Kurang Tidur Berisiko Alami Serangan Jantung 

Lantas Apa Solusi untuk mengatasi Social Jet Lag?

Dr Till Roenneberg, seorang profesor dari Institute of Medical Psychology di Universitas Munich menyarankan untuk melakukan jalan santai sekitar 20 menit di hari yang berawan.

Dengan cara ini, Anda kemungkinan 30 kali lebih banyak terpapar cahaya matahari dibanding duduk di kantor selama 12 jam.

Selain itu, cobalah untuk tidur sembilan jam di malam hari selama empat hari berturut-turut. Pastikan tidur Anda berkualitas.

Dan yang penting, hentikan juga kebiasaan untuk bermain ponsel di kasur. Matikan televisi dan hindari kafein setelah pukul 14.00. (Sbg/Rig)

Comments