Wawancara Kursi Kosong Najwa Shihab dengan kursi Kosong
(Sumber: YouTube.com/Najwa Shihab)

Sabigaju.com – Aksi presenter kondang Najwa Shihab melakukan wawancara monolog dengan kursi kosong yang dipresentasikan sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan kembali menjadi perbincangan hangat.

Aksinya tersebut dilaporkan oleh sekelompok orang ke Polda Metro Jaya, Selasa (6/10). Alasan pelaporan terhadap Najwa lantaran tindakan Najwa Shihab jika dibiarkan akan berulang dan berpotensi ditiru oleh wartawan lainnya dan itu memberikan preseden buruk kepada wartawan sendiri.

Namun, laporan  yang dilakukan oleh Tim Relawan Jokowi Bersatu tersebut  malah tidak diterima pihak kepolisian.

Sebab, apa yang mereka laporkan disinyalir masuk dalam ranah jurnalistik yang diatur dalam kode etik pers atau UU Pers.  Karenanya, mereka diminta berkoordinasi dahulu dengan Dewan Pers, sebelum membuat laporan polisi.

BACA JUGA: Cerdik Memilah Informasi soal COVID-19

Wawancara Kursi Kosong Bukan Hal Baru

Sebenarnya wawancara kursi ksong sendiri bukan kali pertama dilakukan. Sebab hal ini pernah dilakukan oleh seorang pembawa acara bernama Karl Burley.

Burley melakukan wawancara kursi kosong saat narasumber yang diharapkan malah tidak hadir memenuhi undangan. Adapun tamu yang diundangnya yakni Ketua Partai Konservatif Inggris, James Cleverly.

Wancara kursi kosong Karl Burley
(Sumber: Skynews)

Saat itu Burley melontarkan rentetan pertanyaannya ke kursi kosong yang seharusnya menjadi tempat duduk Cleverly. “Di mana dia? Dia mungkin berjarak 15 kaki dari tempat saya berdiri,” ujar Burley pada acara Kay Burley Show di Sky News.

Banyak yang menilai ketidakhadiran Cleverly   adalah sebagai upaya menghindari wawancara yang sulit dengan Burley.

Wawancara kursi kosong juga pernah dilakukan oleh jurnalis dan penyiar Skotlandia, Andrew Neil menyampaikan tantangan wawancara langsung kepada Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson sebelum penyelenggaraan pemilhan umum (Pemilu) 2019 lalu di negara tersebut.

Wawancara Kursi Kosong Andrew Neil
(Sumber BBC)

 

BACA JUGA: Julid dan Rendahnya Kebiasaan Cari Tahu Dulu

Boris  Johnson sendiri tidak hadir. Padahal Neil sudah mempersiapkan list pertanyaan untuk diajukan kepada Johnson

Neil Sendiri akhirnya kecewa Diapun merobek daftar pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Perdana Menteri Inggris itu.

Sementara itu, Johnson berhasil diwawancarai oleh wartawan BBC Andrew Marr, dan ditanya mengapa dirinya tidak memenuhi undangan Neil jelang pemilu.

Johnson pun membantah bahwa ia menghindari pengawasan, Ia berdalih, telah mengambil bagian dalam debat, wawancara, dan telepon.

Terkait tantangan wawancara yang tidak dihadiri oleh Johnson, Neil mengatakan, tidak ada penyiar yang dapat memaksa seorang politisi untuk diwawancarai.

BACA JUGA: Buram dan Kelamnya Eksploitasi Batubara di Tanah Air Dalam Film Sexy Killers 

Apakah Wawancara Bangku Kosong Najwa Termasuk Jurnalistik?

Wawancara Kursi Kosong Najwa Shihab
(YouTube.com/Najwa Shihab/Najwa Shihab)

Adalah betul kalau pejabat publik harus berbicara kepada publik. Namun itu bukan berarti harus dan wajib berbicara di program Mata Najwa.

Nah, wawancara Najwa dengan bangku kosong yang semestinya ditempati Terawan memberi kesan kalau Terawan wajib hukumnya berbicara di Mata Najwa.

Dan kurang elok  jika ketidakhadiran narasumber menjadi alasan seseorang  mewawancarai bangku kosong.

So, Najwa tidak sedang menjalankan pekerjaan jurnalistik ketika dia mewawancarai kursi kosong yang ia bayangkan diduduki Menkes Terawan.

Tapi, Najwa Shihab sudah benar saat dia dengan timnya mengundang Terawan untuk menjelaskan. Dan dia tidak gagal sama sekali ketika Menkes Terawan tidak datang. (Sbg/Rig)

Comments