Potensi cuaca Buruk
Para traveler yang ingin berpergian harus mengutamakan kewaspadaan pasalnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksidatangnya potensi cuaca buruk selama masa libur tahun baru. (Foto Unsplash )

Sabigaju.com – Buat Para traveller libur tahun baru yang cukup panjang nampaknya bakal menjadi momen untuk mengunjungi daerah yang mereka idamkan selama ini, bahkan sudah di jadwalkan jauh-jauh hari.

Namun potensi cuaca  buruk alias kurang bersahabat sepertinya harus diperhatikan para traveler.

Kewaspadaan pun harus di utamakan. Nah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan perkembangan kondisi cuaca di wilayah Indonesia menjelang berakhirnya tahun 2018.

BACA JUGA:

 

Potensi  Cuaca Buruk

Potensi cuaca buruk bukan tanpa sebab,  pantauan BMKG juga menunjukkan aliran massa udara dingin dari Asia mendominasi wilayah Indonesia. Kondisi itu diprediksi menyebabkan penghujung tahun 2018, antara 27-31 Desember, di sejumlah wilayah akan diguyur hujan lebat.

Potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode menjelang akhir tahun,” tulis Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (28/12).

Ia menjelaskan, pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Filipina dan Laut Cina Selatan menyebabkan massa udara dingin dari Asia cukup terkonsentrasi di wilayah utara.

Sementara itu, dominasi pola udara tekanan rendah di sekitar wilayah Australia cukup signifikan dan menyebabkan terbentuknya daerah perlambatan angin dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan.

Potensi cuaca buruk juga diperkirakan di sejumlah daerah yang akan mengalami hujan lebat antara lain, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalimantan Utara.

Selain itu sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Maluku bagian selatan juga diperkirakan mengalami potensi cuaca buruk dan curah hujan lebat.

Di sisi lain, beberapa daerah juga berpotensi mengalami angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 km/jam, antara lain di Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku bagian selatan dan Papua Barat.

Potensi Gelombang Laut

Selain potensi cuaca buruk, potensi gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa, hingga Pulau Sumbawa.

Di Selat Bali hingga Selat Lombok, Selat Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Banten, Samudera Hindia Selatan Bali hingga NTB.

Perairan Kepulauan Anambas dan Selatan Kepulauan Natuna, Laut Jawa, Perairan Utara Kepulauan Kangean, Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Perairan Manado-Bitung, Laut Sulawesi bagian tengah hingga timur, Laut Maluku, Perairan Utara Kepulauan Halmahera, Samudera Pasifik Utara, Halmahera hingga Papua Barat.

Gelombang dengan ketinggian empat meter juga berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Perairan Utara Kepulauan Nias dan Laut Natuna Utara.

BMKG  juga mengimbau kepada masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan, terutama untuk wilayah-wilayah yang telah mendapat hujan berintensitas tinggi. (Sbg/Rig)

Comments