Potensi Stress
Baik para caleg ataupun kamu selaku pemilih mesti waspada kalau Pemilu  bisa menimbulkan potensi stress. Untuk itu kamu mesti waspada.Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Hari Ini Rabu (17/4) Rakyat Indonesia mengikuti pelaksanaan Pemilu 2019 untuk memilih salah satu dari dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia serta anggota legislatif untuk menjabat selama 2019 hingga 2024 mendatang.

Sayangnya, kondisi perpolitikan negara yang mulai panas ini ternyata mempengaruhi kesehatan.

Nah buat para caleg ataupun kamu selaku pemilih mesti waspada kalau Pemilu juga bisa menimbulkan potensi stress. Untuk itu kamu mesti waspada.

BACA JUGA: Siap Nyoblos di Pemilu Paling Rumit Plus Menakjubkan di Dunia 

Caleg Gagal Bisa Alami Stress

Ajang Pemilu 2019 menjadi pertarungan bagi para calon legislatif (caleg). Sudah bukan rahasia lagi, umumnya para caleg ini mengeluarkan banyak uang untuk berbagai hal dari mulai pengadaan alat peraga kampanye (APK) hingga kebutuhan operasional.

Berkaca dari pemilu-pemilu sebelumnya, banyak caleg yang tidak bisa menerima kenyataan ketika dirinya kalah. Potensi tres pun tampaknya menjadi penyakit yang bisa saja menimpa caleg gagal.

Umumnya potensi stress yang menyerang para caleg yang gagal terpilih lantaran merasa tertekan secara kejiwaan karena sudah mengeluarkan biaya amat besar. Mereka stres setelah hasil pemilu tak sesuai harapan.

Tapi, masalah ini bukan hanya di Indonesia. Amerika Serikat yang iklim demokrasinya dianggap jauh lebih matang ketimbang Indonesia pun mengalami masalah yang sama. Pada 2016, American Psychological Association (APA) mengadakan survei kecemasan terkait Pemilihan Presiden.

Hasilnya tak mengejutkan. Sebanyak 52 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengatakan Pilpres 2016 adalah sumber stres mereka.

BACA JUGA: Millenial Enggak Bakal Baper soal Beda Pilihan Politik

Potensi Stress Para Pemilih

Selama masa kampanye pemilu 2019 ini, kamu pasti sudah mulai merasa risih, cemas, bingung dan sebagainya akibat perpecahan yang sudah mulai terjadi di masyarakat.

Umpatan untuk merendahkan dan meremehkan masing-masing paslon adalah makanan sehari-hari yang diterima selama beberapa bulan ke depan, baik di media sosial atau media elektronik lain.

Yup, seseorang bisa kehilangan teman, berkelahi, hingga susah fokus di pekerjaan saat sedang dalam masa kampanye.

BACA JUGA: Jutaan Warganet Fokus Soroti Pendaftaran Capres – Cawapres di KPU

Nah, usai pemenang pemilu 2019 diumumkan masalah belum selesai. Kamu juga punya bisa mengalami gangguan kesehatan berupa potensi stress.  Lantaran merasakan kesedihan jangka panjang akibat kandidat yang kamu unggulkan kalah.

Maka bila kamu memiliki risiko tinggi untuk mengalami berisiko mengalami kecemasan dan depresi yang berkelanjutan, ada baiknya untuk tidak terlalu memperhatikan secara detail perkembangan berita yang sedang terjadi.

Menyaksikan secara detail hal-hal terkait pemilu seperti Debat Pilpres, iklan politik berpengaruh pada kesehatanmu. Laman Science Daily menyebut iklan TV politik negatif berpengaruh pada pemilih.

So, jika kamu seseorang yang menyalakan televisi untuk waktu yang lama di sekitar saat nanti Pemilu 2019 berlangsung, kemungkinan kamu mengekspos diri pada iklan yang lebih negatif, yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan tekanan darah.

Hal yang direkomendasikan adalah untuk mematikan TV, keluar dari media sosial, dan menjauh dari semua hal yang terkait dengan pemilihan umum.

Selain itu, untuk menghindari potensi stress kamu disarankan untuk tidak emosional saat menerima hasil pemilu 2019 nanti.

Hal ini adalah cara menjaga kesehatanmu daripada harus menahan amarah atau kekecewaan.

Karenanya sudah seharusnya kita bisa berharap pemilu 17 April ini bisa kita laksanakan dengan riang gembira.

Sebab pemenang sesungguhnya dalam kontestasi pemilu serentak ini adalah bangsa Indonesia. (Sbg/Rig)

Comments