Serangan Jantung
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Kabar duka tengah menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Aktor Ashraf Sinclair yang juga suami dari penyanyi Suami Bunga Citra Lestari, meninggal dunia pada Selasa (18/2/2020 )lantaran serangan jantung di pagi hari  sekitar pukul 04.00 WIB di MMC Kuningan, Jakarta Selatan lantaran serangan jantung .

Bunga Citra Lestari menikah dengan Ashraf Sinclair, warga negara Malaysia pada 8 November 2008. Dari pernikahan itu, keduanya telah dikaruniai seorang putra bernama Noah yang lahir pada 22 September 2010.

Kepergian Ashraf mengingatkan kita bahwa seseorang dapat saja mengalami serangan   jantung di pagi hari ataupun saat subuh.

BACA JUGA: Penyakit Jantung Intai Orang yang Makan Terburu-buru

Studi Serangan Jantung Saat Pagi Hari

Dalam sebuah ulasan disebutkan bahwa serangan jantung saat pagi-pagi lebih mungkin terjadi pada dini hari, antara jam satu hingga lima pagi.

Penelitian juga menunjukkan serangan jantung saat pagi cenderung lebih parah daripada yang terjadi di waktu lain.

Berdasarkan penelitian yang terbit di Journal Nature, peneliti telah mengidentifikasi hubungan antara ritme sirkardian dan peningkatan serangan jantung saat pagi-pagi.

Para ahli mengatakan jenis serangan jantung yang cenderung terjadi di pagi hari disebut fibrilasi ventrikel. Ini disebabkan oleh detak jantung yang cepat dan tidak teratur (bukan serangan jantung karena detak jantung yang melambat).

Penelitian, yang dilakukan pada tikus, menemukan peristiwa pada tingkat molekuler yang dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur yang lebih cepat ini.

BACA JUGA: Pentingnya Mengonsumsi Cokelat Buat Cowok 

Tingkat protein yang disebut KLF15 bervariasi sepanjang hari, mengikuti jejak jam sirkardian, yang mengatur hormon dalam tubuh. Protein KLF15 ini memiliki peran dalam regulasi aktivitas kelistrikan jantung.

Studi ini menemukan, level KLF15 yang terlalu rendah atau terlalu tinggi memicu serangkaian kejadian yang mengubah arus kalium, yang dapat memengaruhi waktu pemulihan listrik ke sel otot jantung.

“Intervasl waktu ini sangat penting,” jelas salah satu penulis penelitian Dr. Xander Wehrens, profesor kedokteran di departemen kardiologi di Baylor College of medicine di Houston, Texas.

“Interval terlalu lama atau terlalu pendek dapat menyebabkan irama jantung abnormal yang disebut aritmia. Ketika jantung kehilangan keteraturan detak jantung, jantung tidak dapat memompa darah secara efisien dan seseorang dapat meninggal mendadak,” tambahnya.

BACA JUGA: 

Butuh Penelitian Lebih Mendalam

Peneliti menyebutkan penelitian soal  kemungkinan serangan jantung saat pagi-pagi hari  ini masih bersifat awal dan perlu dikaji lebih mendalam   untuk melihat apakah protein KLF15 sama pentingnya (seperti pada tikus). Jika ya, itu dapat menjadi obat yang menargetkan aritmia.

“Studi kami menunjukkan bahwa obat-obatan yang akan memperbaiki aktivitas listrik jantung mungkin dapat mencegah kematian jantung mendadak di pagi hari, tetapi ini masih harus dipelajari,” papar Wehrens.

Untuk saat ini, ada beberapa bukti bahwa peningkatan serangan jantung di saat pagi hari berkaitan dengan stres dan lonjakan hormon stres dan tekanan darah.

Tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa puncak serangan jantung di pagi hari mungkin lebih biologis daripada diakibatkan oleh perilaku. (Sbg/Rig)

Comments