Polusi dalam Ruangan
(Foto: ozoneinfocenter.org)

Sabigaju.com – Buruknya kualitas udara di Jakarta lantaran polusi membuat banyak orang sadar kalau hal itu dapat merusak kesehatan mereka.

Kini banyak orang yang memilih untuk menghabiskan waktu mereka di dalam ruangan. Namun demikian udara di ruangan tak luput dari polusi Karena udara di luar ruangan yang tidak sehat.

Kamu juga harus paham nih,  polusi di dalam rumah atau ruangan ternyata lebih berbahaya lho dari pada polusi udara di luar rumah!

BACA JUGA: Makin Ngeri, Polusi Udara Ternyata Bisa Picu Munculnya Penyakit Diabetes

Sumber Polusi Udara Dalam Ruangan

Dalam studi yang dilakukan Environmental Protection Agency (EPA) membuktikan, level polutan di dalam ruangan 2-5 kali lebih tinggi dari polutan di luar ruangan. Bahkan terkadang bisa 100 kali lebih tinggi.

Nah, tanpa disadari ada banyak sumber polusi udara dalam ruangan rumah. Beberapa contoh yang paling banyak ditemukan meliputi sumber pembakaran minyak, gas, minyak tanah, kayu, batu baram, serta asap rokok,.

Polusi di dalam ruangan juga bisa datang dari material bangunan dan perabotan, misalnya asbes, karpet basah atau lembab, kabinet yang terbuat dari kayu pres; produk pembersih dan perawatan, atau  mesin pemanas atau pendingin; serta pestisida.

Hubungan antara sumber polusi dengan polutan itu bergantung pada seberapa luas polutan tersebut terpancar dan seberapa berbahayanya emisi tersebut.

BACA JUGA: Polusi Udara Bikin Manfaat Olahraga Jadi Sia-sia

Dampak Polusi Dalam Rumah

Polusi udara di dalam ruangan berisiko buruk terhadap kesehatan manusia. Gejala yang timbul terkadang tidak kentara atau tak selalu mudah disadari, bahkan terasa langsung di tubuh.

Berada di dalam ruangan dengan kualitas udara buruk dalam waktu lama, tentu akan memperburuk kesehatanmu.

Dampak kesehatan akibat polusi di dalam maupun luar ruangan hampir sama. Mulai dari iritasi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga faringitis karena sistem mukosa yang terganggu

Kondisi ini bisa ditandai ketika kamu atau anggota keluarga lain bersin-bersin saat memasuki ruangan. Hal ini terjadi saat polusi udara dalam ruangan itu sudah cukup buruk.

BACA JUGA: Parah, Polusi Udara Ternyata Bisa Bikin Menurunnya Libido

Mengatasi Polusi di Dalam Rumah

Berangkat dari situ, masyarakat yang hidup di kota besar seperti Jakarta membutuhkan sistem ventilasi agar terjadi pertukaran antara udara dalam ruangan dengan udara luar ruangan.

Minimnya ventilasi dalam sebuah ruangan atau rumah dapat menambah level polutan di dalam ruangan lantaran tidak dapat membawa udara luar yang cukup. Polusi bakal bertambah parah saat jendela dan pintu tertutup rapat.

Kamu bisa menggunakan kipas angin atau penjernih udara (air purifier) sebagai solusi jangka pendek untuk menjaga kualitas udara di ruangan.

Ada baiknya kamu sering membuka ventilasi ataupun Pintu. Sebab jika ruangan selalu dalam kondisi tertutup, udara yang diputar dalam ruangan akan itu-itu saja. (Sbg/Rig)

Comments