Vape
Penggunaan vape alias rokok elektrik ternyata punya resiko dari mulai meledaknya alat vape ataupun cairan yang bisa berdampak pada kesehatan penggunanya. (Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Beberapa tahun belakangan ini, muncul inovasi di industri rokok dengan hadirnya rokok elektrik atau familiar dengan sebutan vape.

Bisa dikatakan bahwa rokok elektrik memberikan semua kenikmatan merokok tembakau dengan hampir nol risiko kesehatan, karena sejatinya Anda hanya menghirup uap air dan sedikit jejak nikotin.

Meski kini penggunaan rokok elektrik semakin naik daun, rokok elektrik ternyata punya resiko dari mulai meledaknya alat vape ataupun cairan yang bisa berdampak pada kesehatan penggunanya. Berikut ulasannya.

BACA JUGA: Inggris dan Amerika Mulai Terapkan Pembatasan Rokok Elektrik

Jangan Asal Pakai Agar Tidak Meledak

Meski dipercaya lebih aman ketimbang rokok tembakau ternyata vape alias tembakau elektrik ternyata bisa juga meledak. Makanya, sebelum kamu mantap menggunakan vapor, wajib hukumnya untuk mengetahui jenis vape yang akan kamu gunakan.

Vape terdiri dari 2 jenis, mechanical mod dan electric mod. Nah dalam banyak kasus ledakan yang terjadi, Kebanyakan para pengguna mechanical mod yang mengalaminya. Jenis ini memang kurang aman ketimbang jenis electrical mod.

BACA JUGA: Bahas Vape Bareng Tipsom2

(Foto: Pixabay)

Vape sendiri bisa dibilang gadget juga yang isa mengalami error tanpa pemberitahuan. Maka ,kamu harus menguasai cara penggunaannya, mulai dari device, atomizer, baterai, bahkan liquid yang digunakan.

Setiap device punya ketahanan yang berbeda-beda, baterai yang digunakan pun harus sesuai rekomendasi, serta pengetahuan-pengetahuan lain yang harus kamu pelajari dan pahami. Jadi, nggak asal pakai saja.

BACA JUGA: Berniat Ingin Berhenti Merokok? Coba Cara Ini!

Dampak Liquid

Selain bisa meledak, cairan tembakau elektrik alias liquid ternyata berpengaruh terhadap kesehatan jantung. Studi teranyar menemukan, cairan dengan varian rasa pada vape merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung.

“Masyarakat berpendapat bahwa rokok elektrik lebih aman, padahal tidak selalu,” ujar penulis studi sekaligus pakar kardiovaskular, dr Joseph Wu.

BACA JUGA: Penyakit yang Mengintai Generasi Milenial, Nomor 2 Lagi Mewabah

(Foto: Unsplash)

Keyakinan itu berasal dari bahan kimia penyebab kanker yang lebih sedikit dan rasa manis pada rokok elektrik yang dianggap tidak berbahaya.

Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti itu termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan.

Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling kentara terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.

“Komponen rasa mana yang paling bertanggung jawab atas efek-efek ini serta cara kerjanya belum diketahui jelas,” ujar Wu. (Sbg/Rig)

Comments