Mobil Canggih
(Foto: Freepik,com)

Sabigaju.com – Para produsen mobil kini tengah berlomba-lomba menyematkan berbagai teknologi terkini guna menghadirkan mobil canggih kepada calon pembeli.

Kini sebagian besar kendaraan roda empat terbaru telah dilengkapi beragam piranti keamanan mengemudi. Sebut saja cruise control yang adaptif dan fitur yang memandu sebuah mobil canggih tetap berada di jalurnya (lane keeping assist).

Alih-alih menciptakan keamanan berkendara, namun rupanya api hadirnya teknologi ini ternyata juga bisa meningkatkan risiko kecelakaan. Yuk simak ulasannya agar kamu tetap waspada meski sering mengendarai mobil canggih.

BACA JUGA: Jangan Lupa Servis Mobil Sebelum Libur Nataru

Penelitian Teknologi Canggih Namun Kendaraan Tetap Alami Kecelakaan

Sebuah riset dari organisasi nirlaba untuk pendidikan dan keselamatan lalu lintas, AAA Foundation for Traffic Safety menemukan fakta mengejutkan. Teknologi di mobil canggih bisa memicu peluang terjadinya kecelakaan.

Penelitian tersebut menunjukkan semakin pengemudi merasa terbantu dengan teknologi yang ada, mobil akan semakin aman dan mudah dikendarai.

Jika digunakan dengan benar, sistem ini akan membuat orang merasa lebih aman di dalam mobil. Tapi, teori dan praktik tak selalu berjalan beriringan.

BACA JUGA: Benarkah Mobil Listrik Ramah Lingkungan? Nggak Juga Tuh

Fitur kontrol jelajah adaptif dan lane keeping assist merupakan dua fitur yang populer di mobil canggih, baik yang mewah maupun yang harganya terjangkau.

Cruise control berguna untuk menjaga jarak yang aman di jalan bebas hambatan. Fitur ini bisa mengurangi atau menambah kecepatan tanpa intervensi pengemudi.

Sementara itu, lane keeping assist membantu pengemudi menjaga setir kemudi di jalur yang benar. Teknologi ini bakal mengembalikan posisi  mobil yang keluar jalur ke trek yang benar.

Kedua sistem ini memang membutuhkan pengemudi untuk fokus mengendalikan mobil. Setidaknya, meletakkan tangan mereka di setir kemudi.

Namun, pengemudi tak selalu mengemudi dengan cara ini. Banyak kecelakaan yang terjadi baru-baru ini menunjukkan pengemudi terlalu bergantung kepada fitur-fitur canggih.

Terus terang, pengemudi jadi malas ketika mengendarai mobil. Konsekuensinya pun tak selalu bisa dibalik.

BACA JUGA: Gegayaan Pakai Mobil Mewah Selundupan, Nggak Tahu Diri!

Bakal Terus Dikembangkan

Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua sistem ini menggandakan situasi mengemudi yang subjektif. Survei tersebut dilakukan pada mobil Acura FDX, Ford Fusion, Honda Accord, Jeep Cherokee, dan Hyundai Sonata.

Sayangnya, penelitian ini masih bersifat awal. Sehingga belum bisa menjelaskan   apakah kecelakaan tersebut disebabkan oleh orang-orang yang bergantung kepada fitur cruise control dan lane keeping assist.

Studi ini menekankan bahwa produsen mobil perlu mencari cara untuk meningkatkan kesadaran pengemudi.

Selain itu riset ini juga menggarisbawahi bahwa teknologi keselamatan itu masih punya keterbatasan.

So, Gaes tetap waspada dan berhati-hati berkendara meski kamu kerap mengendarai  mobil canggih yah! (Sbg/Rig)

Comments