Penyakit Menular Seksual
(Sumber Foto Freepix.com)

Sabigaju.com – Hubungan seks memang aktivitas menyenangkan. Selain memang kebutuhan biologis, seks memang bikin sehat. Eit tapi, berhubungan seks malah bisa bikin kamu terkena penyakit menular seksual jika kamu tidak berhati-hati!

Ada beberapa penyakit  menular seksual yang bisa menjangkit kamu usai berhubungan seks.

Dalam catatan, jika pasangan kamu ternyata mengidap penyakit tersebut ya. Atau bisa jadi, kamu terlalu jorok serta tak menjaga kebersihan sebelum, selama, atau sesudah berhubungan seks ini.

Ada beberapa  penyakit menular seksual  yang bisa menimpa kamu lewat berhubungan seks.  Oke,  Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu penyakit menular seksual (PMS)?

Penyakit ini biasanya merujuk pada penyakit yang bisa menular lewat berhubungan seks. Artinya, kamu akan menderita penyakit yang sama dengan pasanganmu jika dia mengidapnya.

Penyakit ini juga disebut sebagai penyakit kelamin. Tak hanya lewat berhubungan seks, PMS yang spesifik juga bisa menular lewat pemakaian jarum suntik yang sama dengan si pengidap atau ibu menyusui.

Berbagai Penyakit Menular Seksual yang Bisa menyerang Pria

Nah, ada beberapa gejala penyakit menular seksual yang bisa menyerangmu rasakan jika memang kamu mengalaminya antara lain:

Nyeri atau tidak nyaman saat buang air kecil atau saat berhubungan seks.
Luka, benjolan, ruam pada sekitar penis, testis, anus, paha atau mulut.
Pendarahan di penis.
Testis nyeri dan bengkak.

Gejala yang telah disebutkan sebelumnya, sebetulnya tergantung pada jenis penyakit yang bisa menular lewat hubungan seks itu sendiri. Kamu bisa kenali secara singkat jenis jenis penyakit seksual  ini berikut ini.

Klamidia

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, itu sebabnya biasanya dokter akan memberi terapi berupa antibiotik. Walau klamidia biasanya banyak menjangkit wanita, bukan berarti kamu tidak bisa tertular ya.

Klamidia pada pria biasanya ditandai dengan adanya sensasi terbakar saat buang air kecil, adanya cairan kuning atau hijau dari penis, dan nyeri pada bagian testis.

Tak hanya bisa menyerang kelamin, klamidia juga bisa menyerang beberapa organ tertentu. Kalau kamu melakukan seks oral pada penderitanya, maka bakterinya akan menyerang tenggorokan! Duh, serem uga.

HPV

HPV atau Human papillomavirus adalah PMS yang disebabkan oleh virus. Penularannya bisa lewat skin to skin, yang artinya, jangankan lewat hubungan seks, jika kamu menyentuh penderitanya, kamu juga bisa tertular.

Bahayanya, HPV ini seringkali tidak terdeteksi secara kasat mata. HPV biasanya ditandai dengan adanya benjolan seperti kutil. Tak hanya kelamin, HPV juga bisa menyerang tenggorokan.

HPV biasanya akan sembuh dengan sendirinya selama kurang lebih dua tahun. Gejala pada pria, biasanya ditemukan lesi aau benjolan tak biasa di penis, skrotum atau anus.

Hati-hati, HPV juga bisa berkembang menjadi kanker nih.

Sipilis

Sifilis adalah penyakit menular seksual yanhg disebabkan infeksi bakteri Gejala pertama yang muncul adalah luka bulat kecil, yang dikenal sebagai chancre. Ini dapat berkembang di alat kelamin, dubur, atau mulut Anda. Meski hal ini tidak menyakitkan tetapi sangat menular.

Gejala-gejala sifilis selanjutnya dapat meliputi: ruam, kelelahan, demam, sakit kepala, nyeri sendi, penurunan berat badan, rambut rontok.

Jika tidak diobati, sifilis tahap akhir dapat menyebabkan: kehilangan penglihatan, kehilangan pendengaran, kehilangan ingatan, penyakit kejiwaan, infeksi pada otak atau sumsum tulang belakang, penyakit jantung hingga bisa berujung kematian

Untungnya, jika dideteksi sejak awal, sifilis mudah diobati dengan antibiotik. Namun, infeksi sifilis pada bayi baru lahir dapat berakibat fatal. Itulah mengapa penting bagi semua wanita hamil untuk diskrining sifilis.

Sifilis sebelumnya didiagnosis dan diobati, semakin sedikit kerusakan yang terjadi. Temukan informasi yang Anda butuhkan untuk mengenali sifilis dan menghentikannya.

Gonore

Penyakit yang satu ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae sehingga membutuhkan antibiotik untuk terapinya.

Gejala yang biasa dirasakan pria adalah adanya sensai terbakar atau nyeri saat buang air kecil, ada nanah atau darah yang keluar dari penis, bengkak dan kemerahan pada testis atau penis, frekuensi buang air kecil yang sering.

Gonore biasanya menyerang bagian tubuh yang lembab, misalnya saja vagina, tenggorokan, anus, mata, atau uretra.

HIV

Nah, ini adalah penyakit menular yang seringkali kita dengar. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang imun penderita. Akibatnya, mereka akan mudah sekali sakit dan bahkan sulit untuk sembuh.

HIV bisa menular dari adanya transfer cairan. Misalnya saja dari sperma, darah, cairan vagina, atau ASI. Walau hingga kini belum ada obatnya, pengidap HIV bisa menjalani terapi antiretroviral yang bisa mengontrol pertumbuhan virus.

HIV yang parah bisa berubah menjadi AIDS. Kondisi ini membuat penderitanya akan sangat lemah melawan penyakit. Mereka bahkan hanya diperkirakan hidup hingga tiga tahun saja.

HIV juga bisa memicu komplikasi penyakit seperti pneumonia, tuberculosis, meningitis bahkan kanker.

Semua penyakit di atas tentu bisa dicegah jika kamu berhati-hati soal sexual life. Kamu tidak boleh berganti-ganti pasangan, selalu menggunakan pengaman, menjaga kebersihan, serta rutin mengecek kesehatan.

Jangan lupa juga meminta pasangan untuk skrining kesehatan terkait penyakit menular seksual  ini ya. (Sbg/Dinda)

Comments