Perangkat Smart TV
(Foto: Freepik.com

Sabigaju.com – Perangkat Smart TV sepertinya kini makin digandrungi oleh begitu banyak orang. Apalagi tak sedikit orang Indonesia yang menganggap acara Televisi sudah sangat membosankan.

Nah lewat perangkat  smart Tv banyak orang bisa dengan mudah mengakses konten-konten dari situs berbagi video YouTube ataupun layanan streaming video lainnya.

Mengakses internet di TV jauh pastinya berbeda dengan smartphone. Film-film yang secara visual sangat baik, tentu jadi lebih nyaman ditonton di layar lebar dibanding di layar ponsel yang kecil.

Selain itu  semua konten tersebut dapat langsung diakses lewat streaming dari ujung tombol remote TV.

Namun demikian pengguna Smart TV meski waspada sebab ternyata piranti tersebut bisa digunakan oleh orang untuk memata-matai dirimu lho. Yuk Simak Ulasannya berikut ini

BACA JUGA: Tren Smart Home, Mau Ikutan? Baca Dulu… 

Imbauan FBI terhadap Pengguna Smart TV

Dalam situs Federal Bureau of Investigation ( FBI) baru-baru ini memberikan peringatan soal bahaya keamanan di perangkat smart TV yang terhubung ke internet dan s dan bisa dipakai untuk memata-matai pemiliknya.

“Di luar risiko adanya kemungkinan produsen TV dan pengembang aplikasi bisa ikut menguping dan menonton Anda, televisi tersebut (smart TV) juga bisa jadi pintu bagi peretas untuk datang ke rumah Anda,” tulis FBI di situs reminya.

Kemungkinan terburuknya, menurut FBI, peretas tersebut bisa saja menempelkan program jahat yang bisa mengeksploitasi fitur tertentu seperti mikrofon atau kamera pada televisi pintar.

BACA JUGA: Kendalikan Smartphone Biar Tidak Membahayakan Kesehatan

Sehingga, peretas akan dapat menguping serta melihat aktivitas si pemilik televisi pintar di rumah melalui perangkat tersebut

“Peretas mungkin saja tidak dapat mengakses komputer milikmu. Namun televisi pintar yang tidak aman bisa menjadi jalan yang mudah untuk masuk lewat backdoor melalui router,” lanjut pihak FBI.

Serangan Masih Minim

Meski sampai saat ini serangan eksploitasi peretas terhadap perangkat smart TV masih jarang terjadi, namun bukan berarti tidak ada.

Sebagian vendor smart TV masih tidak melakukan pembaruan sistem keamanan secara teratur.

BACA JUGA: Inilah Profesi-profesi yang Mulai Hilang Tergantikan Teknologi

Padahal, update rutin penting dilakukan untuk menutup celah keamanan yang ada Sebab, layaknya PC, perangkat smart TV pun memiliki sistem operasi dan aneka aplikasi.

Sebagai langkah pencegahan, FBI pun mengimbau pengguna smart TV agar lebih memperhatikan aplikasi apa saja yang aktif, dan komponen mana saja yang digunakan oleh aplikasi tersebut, seperti kamera atau mikrofon.

Selain mengingatkan pengguna menggunakan password pada perangkat smart TV milik mereka, FBI juga merekomendasikan untuk mematikan kamera smart TV jika sedang tidak digunakan, atau menutupnya dengan tape kalau tidak bisa dimatikan. (Sbg/Rig)

Comments