Cuaca dan suhu udara panas
Belakangan ini cuaca dan suhu udara panas begitu sangat terasa di Kota Jakarta dan Pulau Jawa. (Foto Unsplash

Sabigaju.com – Warga di Kota Jakarta dan se-Jawa beberapa hari belakangan mengeluhkan mengapa cuaca dan suhu udara panas begitu sangat terasa di bulan Oktober ini. Padahal seharusnya bulan Oktober adalah waktu memasuki musim hujan.

Cuaca dan suhu udara panas tak hanya dirasakan pada saat siang namun juga di malam hari hingga tak sedikit yang merasa sulit  untuk tidur lantaran tubuh berkeringat.

Cuaca dan suhu udara panas ternyata tak hanya dirasakan oleh masyarakat di Pulau Jawa semata, namun juga dirasakan oleh masyarakat Bali hingga Nusa Tenggara. Apa penyebabnya?

Posisi Matahari dan Fenomena erak Angin

Menurut Kepala Humas BMKG Hary Djatmiko menerangkan, suhu kota-kota di Jawa saat ini berkisar antara 34-37,5 derajat Celsius.

Kegerahan yang dirasakan publik salah satunya berkaitan dengan posisi Matahari. “Matahari saat ini berada di belahan bumi selatan, sekitar wilayah Indonesia. Jadi penyinaran yang kita dapat langsung,” katanya.

Selain itu ada pergerakan aliran udara dingin dan kering yang menuju ke Indonesia.

“Aliran massa udara dingin dan kering yang bergerak dari Australia menuju wilayah Indonesia sebelah selatan khatulistiwa terutama di sekitar Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. Kondisi ini ditandai dengan adanya kelembaban udara yang kurang dari 60 persen di ketinggian 3.000 m dan 5.000 m dari permukaan,” ungkap Kepala Humas BMKG Hary Djatmiko dalam keterangan tertulisnya.

Dampak Dari Cuaca dan Suhu Udara Panas Bagi Kesehatan

Nah, cuaca dan suhu udara panas itu jelas akan membawa pengaruhnya pada kesehatan manusia.

Berikut beberapa dampak yang bisa timbul lantaran cuaca dan suhu udara yang panas diambil dari berbagai sumber.

1. Dehidrasi

Panas membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak. Tubuh menjadi lemas dan kehilangan konsentrasi. Saat cuaca dan suhu udara panas, tubuh dengan mudah memberikan sinyal agar pasokan cairan ditambah.

Namun sebaliknya, malam hari akan terasa sangat dingin. Karena tak ada rasa haus, maka pasokan air berhenti. Padahal, tubuh akan selalu memerlukan air tak peduli saat udara panas atau dingin.

2. Cuaca dan Suhu Udara Panas Bisa Bikin Stres

Udara panas berkaitan dengan stres. Ada lebih banyak insiden stres, cemas, dan depresi yang muncul saat udara panas.

3. Gangguan Iritasi Kulit

Tak hanya stres, cuaca dan udara panas pun mampu membuat kulit jadi bermasalah. Iritasi bakal rentan terjadi karena kulit cenderung kering akibat kehilangan kelembapan.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kelembapan kulit terlebih saat keluar ruangan. Gunakan pelembab  untuk menangkal sinar ultraviolet (UV).

4. Sakit Kepala

Jika akhir-akhir ini merasakan sakit kepala secara tiba-tiba, maka cuaca dan suhu udara panas bisa jadi salah satu penyebabnya.

Perubahan suhu udara bisa saja terjadi mendadak. Namun, tubuh tak bisa cepat beradaptasi dengan perubahan itu.

5. Sistem Imun Menurun

Tubuh rentan terkena penyakit saat cuaca dan suhu udara  panas . Kita perlu bijak dalam mengkonsumsi minuman atau makanan dingin. Selain itu, rajin mencuci tangan juga diperlukan untuk menjauhkan diri dari bakteri. (Sbg/Rig)

Comments