Cedera Penis
Selain memang nikmat, seks juga menyehatkan mental serta fisik. Tapi waspada yah soalnya hubungan seks yang tak dilakukan dengan bisa mengakibatkan cedera penis.(Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Kenikmatan seks memang tak bisa dipungkiri lagi. Selain memang nikmat, seks juga menyehatkan mental serta fisik. Tapi waspada nih. Alih-alih menyehatkan fisik, seks yang tak dilakukan dengan benar malah akan mengakibatkan cedera penis.

Cedera penis? Duh, bayanginnya aja ngilu. Yes, cedera penis bisa terjadi karena beberapa hal. Menurut sebuah penelitian berjudul “Penile Fracture: Presentation and Management“, sebab tersebut adalah adanya manipulasi, berhubungan seks, terjatuh saat ereksi, pukulan saat penis ereksi, terbentur furnitur, terburu-buru memakai celana saat sedang ereksi, dan gesekan keras saat ereksi.

Kalau kamu bisa perhatikan, keseluruhan sebab ini kebanyakan terjadi saat sedang ereksi. Ya karena memang risiko terbesar cedera penis adalah ketika kamu sedang ereksi. Kenapa?

Ketika penis sedang ereksi, tekanan di dalamnya tercatat tinggi sehingga tak mampu menahan kekuatan keras dari luar. So, ada baiknya kamu berhenti sejenak dan memberitahu pasangan ketika sedang ereksi.

BACA JUGA: Enam Langkah Agar Penismu Super Keras Saat Bercinta 

Tanda-tanda Cedera Penis

Bagaimana kamu tahu kalo kamu sedang mengalami cedera penis?

Ada berbagai gejala, seperti:
Adanya suara retakan
Berdarah dan penis bengkok
Sakit parah ketika cedera
Ereksi mendadak berhenti
Sulit buang air kecil

Serem banget enggak, sih? Itu sebabnya, kamu mesti banget nih perhatikan posisi saat melakukan seks nantinya.

Pasalnya, posisi doggy style punya risiko paling tinggi terhadap cedera penis. Tapi, ini bukan berarti kamu enggak boleh sama sekali posisi doggy style ya.

Nah, dilansir laman Men’s Health beberapa waktu lalu , ada beberapa jenis cedera penis yang bisa terjadi pada pria akibat berhubungan seks.

BACA JUGA: Nih, Cara Agar Kondisi Penis Kamu Tetap Prima

Fracturing Penis

Menurut Jesse N. Mills, MD, seorang profesor klinis urologi di David Geffen School of Medicine di UCLA, mengatakan bahwa cedera penis yang paling umum yang dia lihat adalah fraktur penis.

Kondisi ini terjadi akibat wanita menggedor penis pasangannya yang ereksi terlalu dalam sampai ke tulang kemaluan pasangannya. Biasanya terjadi saat posisi women on top.

Seperti yang dikatakan Dr. Mills, penis pasien yang sebelumnya ereksi telah berubah menjadi semacam “terong besar.” “Ada tiga bilik di penis – dua badan ereksi dan uretra (saluran kencing),” jelasnya.

Menurutnya, sebagian besar fraktur penis ringan dengan air mata kecil di salah satu bilik yang membutuhkan beberapa jahitan untuk menutup cacat dan membuat pria kembali normal dalam beberapa minggu.

BACA JUGA: Benarkah Ukuran Mr. P Sangat Penting Bagi Para Wanita?

Uretra Robek

Dr. Mills mengatakan jika luka pasien sangat parah, maka dia tidak hanya mengalami cedera pada penisnya, tapi juga bisa robek uretranya, sehingga dia tidak bisa buang air kecil.

Dokter harus merekonstruksi sepenuhnya semua ruang dan memasang kembali penis yang robek ke pangkal, yang masih utuh.

Pasien dianjurkan menggunakan kateter urin selama tiga minggu dan harus banyak istirahat selama sekitar enam minggu, sampai dia benar-benar sembuh dan bisa melakukan hubungan seks lagi.

BACA JUGA: Terlalu Sering Have Sex Bisa Bikin Kamu Alami Beragam Derita 

Priapisme

Kondisi cedera penis ini bisa terjadi jika terjadi ereksi yang berkepanjangan (suatu kondisi yang dikenal sebagai priapism) yang biasanya bisa disebabkan oleh dosis Viagra atau Cialis yang over dosis.

Hal ini bisa beresiko rusaknya jaringan penis anda. Over dosis viagra bisa membuat ereksi hingga 20 jam apalagi jika dikonsumsi sebagai efek samping dari mengkonsumsi Trazodone, obat resep untuk kegelisahan dan depresi.

Jika terjadi kondisi seperti ini biasanya Dokter UGD akan memberi suntikan pseudoephedrin kepada pasien dan dekongestan yang mengecilkan pembuluh darah.

Namun, jika hal tersebut  gagal, maka, alternatif lain adalah menguras penis dengan menggunakan jarum suntik untuk masuk ke pembuluh darah dan membiarkan aliran darah keluar.

So, ada baiknya kamu lebih waspada. Jangan sampai karena terlalu bergairah, kamu malah mengalami cedera penis. (Sbg/Dinda)

Comments