menjadi people pleaser bisa berdampak pada perkembangan karirmu di masa depan.
(Sumber Foto:videoblocks.com)

Sabigaju.com – Apakah kamu sering merasa tidak enak ketika menolak permintaan orang lain? Nah jika kamu sring mengalaminya bisa jadi kamu termasuk pada golongan people pleaser alias orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain.

Dalam pandangan Leon F. Seltzer psikolog dari Evolution of the Self mengatakan people pleaser disebabkan oleh didikan keluarga. Orang tua selalu menuntut anak untuk menjadi orang baik tanpa menyadari bahwa anak ingin menjadi diri sendiri.

Salah satu ciri dari people pleaser adalahjika kamu kerap mengabaikan pekerjaanmu sendiri demi menanggapi kebutuhan orang lain akan bantuanmu.

Meski hal ini  membuatmu lebih disukai, namun perilaku ini dapat merusak kariermu untuk jangka panjang.

Dengan menjadi people pleaser kamu bisa kehilangan tenggat waktu untuk pekerjaanmu sendiri, kamu jadi merasa kewalahan akibat mengambil terlalu banyak tanggung jawab.

Ada beberapa strategi  yag bisa kamu lakukan untuk mengekang kecenderungan menjadi seorang people pleaser. Berikut ulasannya:

BACA JUGA: Cara Tepat Menangani Rekan Kerja yang Cerewet

Sadar dan Waspada Diri

Kenali pola diri saat kamu mengikuti tuntutan orang lain, apakah kamu jadi tidak bisa mengendalikan waktumu sendiri.

Mengakui bahwa kamu memiliki kecenderungan untuk terlibat dalam perilaku yang menyenangkan orang lain adalah langkah pertama untuk mengubah perilaku tersebut.

Kalau kamu tidak mengakuinya dan tetap menganggap hal itu benar, kamu akan terus menjadi people pleaser.

Berani Mengatakan Tidak

Seorang people pleaser akan kesulitan untuk mengatakan “tidak.” Mereka takut jadi tidak disukai, kehilangan teman atau mengecewakan orang lain.

Berlatihlah mengatakan “tidak,” dimulai dengan hal kecil yang tidak memiliki konsekuensi signifikan.

Mengatakan “tidak” kepada kasir ketika ditanya apakah kamu ingin membeli item tambahan, misalnya.

Kemudian mulailah untuk mengatakan “tidak” pada level menengah seperti mengatakan “tidak” kepada teman yang mengajak kamu keluar untuk minum kopi ketika sedang sibuk.

BACA JUGA: Waspadalah dengan Rekan Kerja yang Selalu Bersikap Baik

Jadilah Assertif

Sering mengatakan “tidak,” perlu untuk memberikan penjelasan panjang agar tidak mengecewakan orang yang meminta.

Hanya memberikan penjelasan singkat yang sopan dapat membantu orang yang bisa tegas dengan keputusan mereka tanpa menyakiti hati orang lain yang memintamu mengerjakan sesuatu.

Misal: Katakanlah “Maaf saya tidak bisa bantu sekarang tetapi saya akan memberi tahu Anda kapan dan jika saya bisa.”

Pendekatan ini membuat penanya tahu bahwa mereka bukan prioritas saat ini dan memberi kamu kemampuan dan izin untuk kembali pada waktu yang nyaman bagi kamu.

BACA JUGA: Tiga Hal yang Membuatmu Sulit Merasa Bahagia

Evaluasi hubungan kamu

Periksa hubungan yang kamu dengan orang-orang yang membuat dirimu sulitan untuk mengatakan “tidak” kepada mereka.

Apakah saat kamu mengatakan “tidak” kepada pasanganmu lantas dia jadi tidak pernah lagi datang untuk makan malam berdua? Belum tentu.

Akankah kata “tidak” kepada rekan kerjamu yang ingin meminta waktumu saat kamu sibuk jadi tidak mau minum kopi bersama lagi? Belum tentu juga.

Saat kamu memahami dinamika dan peran kamu, maka kamu tidak perlu merasa khawatir tentang konsekuensi dari mengatakan tidak. Kamu akan menyadari bahwa hubunganmu akan tetap bertahan dengan mengatakan tidak. (Sbg/Rig)

Comments