Salh satu hal menyebalkan yang banyak tejadi saat momen berkumpul dengan keluarga adalah aksi toxic family yang dilakukan atas nama baik dengan niat menyakiti. (Foto: You Tube)

Sabigaju.com – Biasanya saat Hari Raya Idul Fitri tiba selalu identik dengan berbagai hal yang menyenangkan>salah satunya adalah dimanfaatkan dengan berkumpul dengan keluarga.

Tradisi berkumpul dengan keluarga ini telah begitu melekat di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bukan hanya lebaran saja, namun nuansa hangat telah terlihat sejak bulan puasa dimulai.

Namun tak sedikit orang yang merasa sedih lantaran aksi toxic family terjadi saat momen berkumpul dengan keluarga. Aksi toxic family ini bisanya dilakukan mereka atas nama baik dengan niat menyakiti.

Jika kamu mengalami posisi seperti itu, sikap apa yang sebaiknya kamu ambil?

BACA JUGA: Menjauh dari Anggota Keluarga yang Toxic Itu Keputusan Tepat

Jangan Dendam Men!

Jika kamu berada dalam suasana toxic family saat berkumpul dengan keluarga di hari Idul Fitri, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah tak perlu memupuk dendam untuk orangtua maupun saudaramu yang menyakiti hatimu

Sebagai gentleman anti baper, kamu tak boleh membiarkan luka itu berubah menjadi kesumat sebab hal tersebut bakal menyakiti kedua belah pihak. Baik Kamu maupun anggota keluargamu sendiri.

Buanglah rasa sesal dan marah, berdamailah di Hari Idul Fitri ini.

Jadikan Semangat untuk Mandiri

Salah satu contoh sikap toxic family adalah adalah upaya anggota keluarga yang memandang kecil mereka yang tengah untuk mandiri.

Misalnya nih saat berkumpul dengan keluarga di Hari Idul Fitri, kamu bercerita tentang untuk berbisnis namun ada anggota keluarga ataupun orangtua yang malah meremehkan upaya tersebut.

Kamu tak perlu memperdulikan hal tersebut. Teruslah mencoba memupuk kemandirian agar harga diri dan kepercayaan dirimu meningkat serta mampu menikmati hidup.

BACA JUGA: Kenali Sosok Toxic Friend yang Mesti Kamu Hindari

Berdebatlah Secara Halus

Saat kamu berada dalam situasi Toxic family di hari Idul Fitri, Penting bagi kamu membangun ketegasan. Hal ini berguna saat kamu mesti menyampaikan pendapat yang perlu diketahui oleh pihak keluarga.

Sikap tegas akan membuatmu tidak dipandang remeh oleh anggota keluarga lainnya.

Perbaiki Hubungan

Ada baiknya kamu mengupayakan perbaikan hubungan dengan anggota keluarga hingga senormal mungkin. Seburuk apapun keluargamu, mereka adalah sebaik-baik tempat untukmu kembali suatu saat nanti.

Kamu bisa melakukannya lewat obrolan yang akrab, keterbukaan sebagai pihak yang sama-sama dewasa dan saling berkomitmen untuk menjalin relasi yang sehat.

BACA JUGA: Lima Tanda Anda Berada dalam Toxic Relationship

Enggak usah Menanggapi

Jika seseorang berada dalam situasi toxic family hendaknya mengambil tindakan berani demi kebahagiaannya sendiri. Salah satunya adalah dengan mengambil jarak serta berhenti menanggapi mereka.

Bagi psikolog dan penulis Dr. Sherrie Campbell, dalam bukunya, But It’s Your Family…: Cutting Ties with Toxic Family Members and Loving Yourself in the Aftermath, ia menyatakan saat anggota keluarga yang toxic mendiamkan seseorang, ia membuat orang itu merasa terasing, tersakiti, tidak aman, serta ditinggalkan.

Namun, bila yang bersangkutan bertindak serupa setelah menerima perlakuan buruk anggota keluarganya, hal tersebut ia lakukan dengan tujuan melindungi dirinya sendiri serta berusaha melanjutkan hidup dengan lebih baik. (Sbg/Rig)

Comments