Kejahatan Finansial
Meski Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan alik keberkahan dan kemuliaan namun ternyata an sejumlah peristiwa kejahatan finansial secara digital malah banyak terjadi.(Sumber Gambar: Freakingnews.com)

Sabigaju.com – Walau Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan alik keberkahan dan kemuliaan namun ternyata an sejumlah peristiwa kejahatan finansial secara digital malah banyak terjadi.

Munculnya beberapa jenis modus kejahatan finansial secara digital, seperti phising, skimming, yang menguras dana nasabah bank dengan cara berbeda.

Nah Sabigaju mau kasih informasi agar kamu dapat mengantisipasi dan menghindari modus kejahatan finansial di dunia digital di Bulan Ramadhan . So, Simak ulasannya sebagai berikut.

BACA JUGA: Begini Caranya Agar Keuangan Tetap Bugar Saat Kamu Berpuasa

Waspada Kejahatan Finansial Phising

Buat kamu yang gemar melakukan transaksi digital, patut mewaspadai kejahatan digital berupa aksi phising.

Phising merupakan aksi kejahatan digital yang dilakukan oleh sindikat dalam ranah digital untuk mengecoh nasabah bank agar mengirimkan data tanpa disadarinya.

Aksi ini biasanya terjadi kepada penggunaan ATM, mobile banking, dan internet banking.

Modus ini biasanya menggunakan surel alias email (surat elektronik) yang dikirim pelaku secara acak, sehingga siapa pun bisa menerimanya. Bila Anda mulai terkecoh dengan modus seperti ini, kamu dapat mengonfirmasi dengan menghubungi pihak resmi yang mengirimi surel tersebut.

BACA JUGA: Nih Cara Jitu Keluar dari Middle Income Trap 

Awas Skimming

Selain phishing, teknik lain yang popular digunakan dalam pencurian dana nasabah ialah skimming. Kejahatan Finansial secara digital ini ini dilakukan pelaku dengan cara mengkloning kartu ATM milik nasabah ke dalam kartu ATM kosong.

Caranya, para pelaku memasang WiFi pocket router disertai kamera yang dimodifikasi menyerupai penutup PIN pada mesin-mesin ATM untuk mencuri PIN nasabah sebelum kemudian diduplikasi.

Serupa dengan phising, teknik skimming ini juga mengalami modifikasi. Belakangan par pelaku kejahatan digital  mengembangkan teknik skimming dengan cara menginjeksikan malicious software terhadap mesin ATM

Hal ini membuat pelaku bisa dengan mudah memiliki kontrol atas mesin ATM dan mengambil informasi, termasuk data nomor PIN dan rekening nasabah.

BACA JUGA: Berikut Cara Mudah Mengatur Keuangan dengan Gaji Kecil

Jangan Terkecoh Email yang mencurigakan

Bila kamu mendapat kiriman email yang tidak jelas asal-usulnya seputar pembaruan data atau transaksi, sebaiknya kamu mengabaikan isi pesan tersebut, terlebih kamu pernah menerima surel yang mencurigakan seperti surel spam.

Patut diingat, pihak bank atau perbankan selalu meminta nasabah melakukan pembaruan hanya di kantor bank dan bukan melalui surel.

Jangan Mendownload Tautan dari Email yang Mencurigakan

Bila kamu mendapat pesan di dalam email untuk mengunduh tautan atau berkas yang tidak dikenal, jangan pernah membuka dokumen tersebut.

Pasalnya, bila Anda melakukannya, dapat menginfeksi perangkat atau gawai Anda berupa penyebaran virus malicious software (malware).

BACA JUGA: Lindungilah Kami dari Godaan Nafsu Berbelanja di Bulan Puasa 

Malware sendiri merupakan program untuk menduplikat data dan bisa terinstal di gadgetmu saat proses mengunduh selesai.

Jika penyebaran virus malware sudah terpasang di gadgetmu, “penjahat” online dapat leluasa mengintip data-data pribadi, termasuk data perbankan hingga kartu kredit.

Sebaiknya kamu tidak lupa melakukan proses log out setelah selesai melakukan transaksi di internet banking.

Dan jika kamu berganti ponsel, pastikan bahwa semua data-data sudah terhapus untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak lain yang menggunakan ponsel tersebut. (Sbg/Rig)

Comments