wakil rakyat kasus narkoba
Ilustrasi. (Pixabay)

Sabigaju.com – Wakil Ketua DPRD Bali Punya Bisnis Narkoba, biasa dipanggil Mang Jangol dan bernama lengkap Jro Gede Komang Swastika.

Dalam pengerebakan yang berlangsung  di kediamannya yang terletak di Jalan Batanta, Denpasar, pada Sabtu (4/11) lalu, polisi menemukan paket sabu siap edar dan mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa bong, korek api, plastik klip, uang tunai belasan juta rupiah. Sejumlah orang juga diamankan dalam operasi ini.

Namun Mang Jangol sendiri berhasil lolos dalam  penggrebekan tersebut. Ia kabur melalui jendela kamar pribadi yang terletak di lantai dua rumah tersebut. Mang Jangol pun resmi ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh Polresta Denpasar.

Dugaan Bisnis Narkoba Mang Jangol

Kini muncul tanda tanya besar dari masyarakat apa yang menyebabkan pejabat yang seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat justru terjerumus ke barang haram yang diperangi oleh pemerintah.

wakil rakyat kasus narkoba
Jro Gede Komang Swastika Alias mang Jangol

Apakah Mang Jangol bebisnis narkoba? Sebab dalam penggerebekan di rumahnya ditemukan 3 buku tulis yang berisi catatan pembukuan dari tanggal 1 bulan Agustus tahun 2017, tentang jual beli narkoba yang setiap transaksinya bernilai jutaan rupiah. Berdasarkan pembukuan tersebut, angka transaksi bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulan bahkan lebih.

Kasus Mang Jangol menunjukkan kepada kita bagaimana seorang pejabat menyalahgunakan kekuasaannya untuk terjun dalam bisnis barang laknat tersebut.

Ruangan Khusus

Hal mengejutkan dalam penggrebekan di kediaman Mang Jangol adalah saat polisi menemukan mruangan khusus di rumahnya yang terletak di Jalan Pulau Batanta Nomor 70, Denpasar untuk para pembeli narkoba.

Hal itu dijelaskan oleh Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo kepada awak media baru-baru ini yang mengatakan, di lantai satu kediaman Mang Jangol terdapat lima ruang khusus bagi pembeli sabu. Di tempat ini, para pemakai mengonsumsi narkoba di bawah pengawasan CCTV. Pembeli yang datang ke tempat ini langsung dilayani oleh anak buah Mang Jangol. Untuk setiap pembelian dicatat dalam buku khusus.

Apabila sabu di lantai satu habis, maka akan diambil di kamar pribadi Mang Jangol yang terletak di lantai dua. Dari kamar ini, Mang Jangol mengontrol semua aktivitas di lantai satu lewat CCTV.

Luar biasa bukan, Mang jangol sepertinya melalaikan tugasnya yang harusnya mengawasi dan mengayomi rakyat malah mengawasi para ‘pasiennya’.

Jika dahulu pihak kepolisian menangkap barisan panjang pejabat yang kedapatan membawa dan mengkonsumsi narkoba, kini Mang Jangol membuka kenyataan bahwa dirinya sebagai pejabat malah berbisnis narkoba plus menyediakan tempat untuk menggunakannya.

Semoga saja perburuan yang kini dilakukan pihak kepolisian dapat membuahkan hasil. Sebab sebagai wakil rakyat Mang Jangol harus jantan mengakui apakah dirinya berbisnis barang laknat Bila terbukti, hukum pun harus tegak memberinya hukuman yang berat. (Sbg/Rig)

Comments