Influencer virtual
(Foto: Instagram blawko2)

Sabigaju.com – Tren Influencer virtual dalam dunia marketing dalam beberapa tahun terakhir ini mulai dikedepankan berbagai brand untuk mencuri perhatian masyarakat.

Tetapi, yang saat ini menjadi pertanyaan, apakah trend influencer  virtual dalam dunia marketing masih relevan digunakan ditahun-tahun tahun mendatang, terlebih saat ini para sosok influencer virtual sudah mulai hadir di berbagai lini media sosial?

Akankah para influencer manusia bakal ke laut alias tumbang dikalahkan Influencer virtual?

BACA JUGA: Robot Bakal Mengambil Alih Pekerjaan Manusia?

Munculnya Tren Seleb Virtual

Dalam beberapa tahun terakhir, bermunculan sosok seleb virtual yang dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi canggih lain sehingga terlihat terlihat nyata.

Kepopuleran seleb virtual ini terus menanjak, terutama di Instagram. yang hiper-realistik, hingga yang sulit dibedakan dengan manusia nyata.

Dan bukan saja tampil dalam bentuk wanita sosok Virtual Influencer cowok pun kini mulai banyak bermunculan.

Influencer Virtual
(Foto: Instagram/kfc)

Sebut saja Blawko, seleb virtual  dengan gaya badboy. Salah satu model digital pria pertama ini sudah memiliki lebih dari 146 ribu pengikut di Instagram

Atau, Liam Nikuro, influencer virtual yang digambarkan sebagai pemuda dari Los Angeles yang dilaporkan bekerja di beberapa industri musik, mode, dan hiburan.

Dan kamu bakal tercengang melihat sosok “Virtual  Colonel Sanders nan ramah yang muncul di akun Instagram  @KFC untuk memamerkan gaya hidupnya yang luar biasa dengan tulisan yang ditandai #secretrecipeforsuccess.

BACA JUGA: Instagram Siapkan Fitur Canggih Buat Para Influencer

Masa Depan Seleb Virtual

HypeAuditor, sebuah platform analisis media sosial, melakukan perbandingan tingkat keterkaitan (engagement) antara influencer nyata dengan yang virtual. Hasilnya, seleb virtual memiliki engagement tiga kali lipat lebih tinggi.

Hal ini adalah sebuah tren yang menarik, terutama jika kita membicarakan maknanya untuk masa depan pemasaran digital.

Menurut HypeAuditor, seiring perhitungan menanjaknya popularitas seleb virtual, maka akan lebih banyak brand yang memanfaatkannya.

Sosok seleb virtual  jelas lebih menguntungkan. Mereka tidak dibayar, tidak bias, tersedia 24 jam selama 7 hari dalam seminggu, dan tak disangka, sangat populer.

Influencer Virtual
(Foto: Instagram/liam_nikuro)

BACA JUGA: Digiseksual, Robot Seks dan Rusaknya Ikatan Pernikahan

Dan pastinya para seleb virtual dapat ditempatkan di berbagai tempat eksotis di mana pun di seluruh dunia tanpa harus membeli tiket atau mendandani mereka dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Walau begitu, saat ini memang masih ada keterbatasan dalam penggunaan karakter virtual. Menciptakan model 3D yang realistik relatif masih mahal, bahkan mungkin lebih mahal dari pada memakai jasa influencer manusia.

Tetapi, seiring dengan kecanggihan teknologi, biaya itu akan terus turun dan membuka pintu bagi para pebisnis untuk memakainya.

Tren seleb virtual diprediksi akan mengubah kultur dan media. Dan realitanya, makin banyak yang menggunakan Influencer virtual.  Akankah  influencer manusia tersingkir? Biar waktu yang menjawabnya. (Sbg/Rig)

Comments