Penyebaran Hoax

Sabigaju.com – Kita tentunya prihatin saat media Media sosial digunakan olek oknum-oknum jahat menjadi sarana penyebaran hoax dan informasi palsu ataupun isu Suku Agama Ras dan Antar Golongan atau SARA.

Banyak orang tidak berpikir panjang sebelum menulis dan melakukan penyebaran hoax. Pembuatan berita palsu dan penyebaran hoax melanggar pasal 27 dan 28 dari UU ITE,

Hal itu juga  dianggap bertentangan dengan pasal 14 dan 15 dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Seseorang yang melakukan penyebaran hoax dapat dihukum penjara dan dikenai denda apabila pihak yang terkait dengan informasi ataupun berita hoax tersebut mempermasalahkan pemberitaan tersebut dan membawanya ke jalur hukum.

Masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya atau terprovokasi atas berita yang diperolehnya dari media sosial, terutama terhadap berita yang menjatuhkan nama baik pihak tertentu.

Dan kita perlu mencari tahu mengenai kebenaran mengenai berita tersebut terlebih dahulu.

BACA JUGA: Fitur Medsos Dibatasi Guna Tangkal Ujaran Kebencian dan Hoax 

Facebook dan Instagram Bakal Aktifkan Fitur Cegah Penyebaran Hoax

Dalam rangka memerangi penyebaran hoaks, Facebook dan Instagram belakangan mengumumkan rencana menambah fitur baru untuk menandai posting yang kebenarannya diragukan.

Menurut penjelasan di Facebook Newsroom, nantinya unggahan Instagram atau Facebook -termasuk foto dan video- yang terindikasi merupakan hoaks bakal diburamkam supaya tidak bisa dilihat.

penyebaran hoax
(Foto: Facebook)

Selain itu sebuah label turut disematkan untuk memberitahukan pengguna bahwa posting terkait memuat informasi ngawur.

Sebuah tombol “See why” dapat di-klik untuk melihat alasan mengapa posting tersebut ditandai sebagai hoaks.

Untuk menelusuri kebenaran informasi dalam sebuah posting, Facebook mengandalkan jasa pengecek fakta (fact checkers) pihak ketiga.

Selain menandai sejumlah konten yang sudah diunggah, pihak Facebook juga bakal turut mencegah pengguna yang ingin menyebarkan konten yang terindikasi hoaks tadi ke platform lain.

BACA JUGA: Bahayanya Gaya Hoak Kekinian Ala Pseudosains

Sebelum mereka membagi konten tersebut, Facebook bakal mencegat pengguna dengan jendela pop-up yang mengingatkan bahwa unggahan itu memang sudah dianggap hoaks oleh para fact checkers.

Meski demikian, sebagaimana dihimpun Sabigaju.com  dari Facebook Newsroom,. pengguna masih bisa membagikan unggahan tersebut dengan meng-klik tombol “Share anyway”.

Belum diketahui kapan fitur penangkal hoaks ini bakal digulirkan secara meluas bagi pengguna Facebook dan Instagram. Kita tunggu saja.

Yang pasti kita pun mesti aktif untuk mencegah penyebaran hoax di Media Sosial. (Sbg/Rig)

Comments