Ayah Bekerja dari rumah dan mengawasi anak
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Ada banyak kisah para pria yang menjadi  ayah sibuk saat penerapan PSBB kembali diterapkan lantaran selain harus menjalani work from Home alias WFH, mereka juga menghadaapi distraksi menggemaskan dari buah hati.

Dan tak sedikit para ayah yang  mau tak mau harus menjadi guru sekaligus teman bagi buah hati mereka sambil menjalankan sistem kerja WFH

Tapi Sob, mari kita merenungi kondisi ini.. Banyak sekali pria yang ingin punya waktu lebih banyak dengan anak-anak mereka, namun tidak bisa.

BACA JUGA: BACA JUGA: Ingin Jadi Ayah Full Time, Pertimbangan Hal Penting Ini

Ayah dan Perkembangan Anak

Menurut survei dari Promundi dan Dove Men+Care, 85 persen pria dari tujuh negara di dunia mengatakan bahwa mereka ingin sekali bisa melakukan apa saja di rumah bersama anak mereka. Namun mereka takut kehilangan pekerjaan mereka.

Bahkan dalam sebuah buku berjudul All In, ada banyak pria yang kehilangan pekerjaannya hanya karena mereka ingin cuti asuh atau mengajukan jadwal fleksibel. Ini disebabkan oleh stigma yang menentang pria sebagai pengasuh anak.

Nah sekarang, jutaan ayah akhirnya bisa bekerja di rumah. Mereka bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak.

BACA JUGA: Mana yang Lebih Bahagia, Menjadi Ayah atau Ibu?

Manfaat Waktu Berkualitas dengan Anak

Studi di Swedia menemukan bahwa kontak skin-to-skin dengan anak dari lahir membawa dampak positik terhadap perkembangan mereka.

Tak hanya itu, sebuah riset di University of Maryland School of Medicine mengungkap bahwa anak yang tumbuh kembang bersama ayahnya punya kehidupan yang lebih baik, self-esteem yang lebih tinggi dan sedikit mengalami depresi.

Lebih jauh lagi, studi di Amerika jugha mengungkap bahwa anak yang diasuh oleh ayahnya punya pendidikan yang lebih baik termasuk IQ, kemampuan linguistik dan kognitif mereka.

Soal  WFH  dan Membagi Waktu dengan Anak

Tapi susah banget WFH sambil membagi waktu dengan anak

Paham banget, nih. Kadang kita malah pusing banget gimana caranya membagi waktu kita dengan keluarga saat harus WFH. Di satu sisi deadline, tapi anak maunya ngajak main terus. Harus gimana dong?

Ini udah sering banget dibahas oleh banyak artikel lain, termasuk di Sabigaju. Kondisi kelelahan saat harus WFH dan mengurus anak disebut dengan parental burnout.

BACA JUGA: Parental Burnout, Capek dan Lelah Jadi Ayah Saat Pandemi

Nah, yang kamu perlukan adalah mindset yang seimbang bahwa kamu sudah tidak bisa lagi menetapkan standar yang sempurna.

Pahami kebutuhan anak dan ambil space untuk kamu focus bekerja. Minta tolong pada pasangan atau pengasuh mereka untuk menjauhkan anak dari diri kamu selama bekerja. Pisahkan spot bekerja yang nyaman dan jauh dari jangkauan anak.

Yang penting sih, kamu harus tetap bersyukur ya karena pada akhirnya, kamu bisa memiliki banyak waktu bersama anak. So, stay strong guys! (Sbg/Rig)

Comments