pengusaha muda
Sejumlah anak muda berhasil menjadi pengusaha belia yang memiliki omset miliaran rupiah setelah mengikuti bimbingan dan arahan yang benar. (Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Walau mereka masih berusia muda namun mereka hidup bergelimang harta, kaya raya, mapan, dan mandiri di usia belia. Mereka membentuk jati diri dan memulai langkah menjadi pengusaha belia.

Usia mereka bahka belum genap berusia 20 tahun sudah sukses menjadi kaya raya dibanding teman-teman sebayanya. Mereka menjadi kaya karena memiliki suatu karya. ataupun penemuan dan dihargai dengan mahal.

Yup, anak-anak muda berikut ini membuktikan diri mereka  yang bisa jadi milyarder setelah diarahkan dan dibimbing dengan benar menjadi pengusaha. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

1. Asya Gonzalez

Asya Esmeralda Gonzalez Foto: (Instagram cityrouge)

Asya lahir dari orangtua yang memang memiliki darah entrepreneur dan langkah itu pun ingin diikuti oleh Asya.

Pada usia 14 tahun, Asya memulai bisnis baju dan aksesori yang bernuansa ’40-an dengan meluncurkan Stinky Feet Gurlz, sebuah perusahaan yang mendesain, memasarkan, dan menjual t-shirt era 1940-an dan perlengkapannya.Tiga tahun berselang, ia mulai mengembangkan bisnisnya dengan pakaian olahraga yang dikhususkan untuk musim dingin.

Kepada CNBC, Asya mengatakan perusahaannya menghasilkan Rp 96 juta hingga Rp 136 juta dalam sebulan. Meski demikian, ia tidak melupakan niat mulianya untuk membuat penggalangan dana yang ditujukan untuk memerangi perdagangan anak di bawah umur.

Sebagian keuntungan perusahaannya disumbangkan ke sebuah yayasan bernama She’s Worth It!, lembaga non profit yang dibangunnya dan dikhususkan untuk memerangi perdagangan manusia dan perbudakan seks.

2. Noa Mintz

Noa Mintz (Foto: Instagram)

Ide cemerlang datang dari Noa Mintz, seorang gadis 12 tahun yang mendirikan perusahaan agensi jasa mengasuh anak bernama Nannies by Noa. Tiga tahun menggeluti usahanya, ia berhasil mendapatkan 190 orang klien dan mempunyai setidaknya 150 orang pengasuh anak yang tergabung di bawah agensinya.

Ia hanya mengenakan biaya Rp 69 ribu per jam untuk para klien yang menggunakan jasanya. Keuntungan yang dihasilkan remaja lima belas tahun ini tidak sedikit, diperkirakan perusahaan Noa sejauh ini menghasilkan keuntungan $375.000 atau sekitar 4,4 milyar rupiah.

Bahkan karena usahanya berkembang pesat, Noa kini harus mempekerjakan seorang CEO untuk menjalankan usahanya sehingga ia bisa tetap menyelesaikan sekolahnya dengan baik.

3. Zachary Weisenthal

Zachary Weisenthal (Foto: FivePrime.org)

Di usianya yang masih 14 tahun, Zachary Weisenthal sukses berbisnis jasa pembuatan desain situs bersama ayahnya.

Zach mendirikan perusahaan Zach’s WebDesign.com karena ia sudah mulai tertarik pada dunia desain dan komputer awalnya ia melihat pekerjaan sang ayah menjadi website developer dari sini lah ia mulai berani untuk ikut ayahnya berbisnis.

Ia telah membuat beberapa situs dan berhasil mendapatkan keuntungan sekitar Rp 200 juta. Seakan tidak mau berhenti berinovasi, kini Zach memulai bisnis barunya, yakni peralatan penunjang untuk bermain skateboards.

4. Sebastian Martinez

Sebastian Martinez bersama teman dan saudara -saudaranya (Foto: Inspired by Savannah)

Kecintaannya mengumpulkan kaus kaki membuat Sebastian Martinez telah menjadi seorang pengusaha di usia 7 tahun. Bisnisnya bermula ketika Sebastian berusia 5 tahun, sang ibu menyarankannya untuk mendesain kaus kaki buatannya sendiri. Ternyata desainnya tersebut diminati oleh banyak orang dan ia berhasil meraih keuntungan sebesar US$ 15 ribu atau setara dengan Rp 207 juta.

Sebastian juga mendirikan perusahaan bernama Are You Kidding yang bekerja sama dengan sejumlah organisasi sosial seperti American Cancer Society untuk membantu anak-anak yang menderita kanker. Ia juga mendonasikan sebesar 25 persen dari jumlah penjualan kaus kakinya untuk membantu anak-anak yang menderita penyakit serius serta mengajarkan program seni.

5. Adam Horwitz

Adam Horwitz (Foto: Captured Youtube)

Pria ini menjadi kaya raya karena mendirikan situs Mobile Monopoly saat masih berusia 15 tahun. Mobile Monopoly merupakan situs yang yang mengajarkan pemasaran online. Berkat usahanya itu, laki-laki kelahiran 1990 itu mendapatkan pemasukan sekitar 100 ribu dollar AS.

Selain Mobile Monopoly, laki-laki kelahiran tahun 1990 ini juga membuat beberapa layanan web lain seperti Urban Stomp, sebuah situs web yang menunjukkan lokasi pesta di daerah tertentu, dan YepText, sebuah layanan pesan teks yang memungkinkan informasi bisnis datang kepada pengguna dengan cara mengirim iklan berbasis teks dan promo langsung ke ponsel mereka. Horwitz pun memiliki kekayaan sekitar satu juta dollar yang dicapainya sebelum berusia 18 tahun. (sbg/Rig)

Comments