Virus
(Foto: Pixabay.com)

Sabigaju.com – Belakangan ini, pengguna WhatsApp dihinggapi kekhawatiran lantaran munculnya informasi mengenai bug ataupun virus termasuk serangan malware pada aplikasi desktopnya yang memungkinkan penyerang membaca file dari komputer.

Nah, maraknya pemberitaan Virus Corona yang menjadi berita utama di seluruh media rupanya dimanfaatkan oleh peretas alias hacker untuk menyebarkan malware berbahaya.

Laporan dari tim keamanan siber Kaspersky mengungkap temuan malware yang menyamar dengan kedok file video, suara, dokumen dan pdf tentang pencegahan virus corona.

BACA JUGA: Sentimen Rasisme Disaat Merebaknya Virus Corona, Ironis

Trojan hingga Worm

Belum lama ini Firma keamanan Kaspersky mengungkapkan adanya file berbahaya yang menyamar sebagai dokumen terkait virus Corona.

Dokumen tersebut menyamar dalam format file pdf, mp4, dan docx tentang virus Corona. Di dalam file-file tersebut tersembunyi berbagai ancaman seperti trojan hingga worm yang bisa melumpuhkan, menyalin data, dan mengganggu pengoperasian komputer atau jaringan komputer.

Meski kini hanya  sejumlah 10 file unik, tetapi karena aktivitas demikian kerap terjadi dengan topik populer di media, maka diperkirakan kecenderungan ini akan bertambah.

BACA JUGA: Mengapa Masker N95 Sampai Langka dan Mahal Harganya?

Kaspersky mendeteksi file terkait virus Corona dalam beberapa nama, yakni Worm.VBS.Dinihou.r, Worm.Python.Agent.c, UDS:DangerousObject.Multi.Generic, Trojan.WinLNK.Agent.gg, Trojan.WinLNK.Agent.ew, HEUR:Trojan.WinLNK.Agent.gen, dan HEUR:Trojan.PDF.Badur.b.

Para pengguna Whatsapp sebaiknya nggak usah terpancing untuk membuka pesan-pesan yang bisa mengkhawatirkan kesehatan terkait merebaknya  Corona. Sebab hal itu bisa saja dimanfaatkan oleh hacker untuk menyebarkan malware.

Masyarakat sebaiknya merujuk ke sumber resmi untuk memperoleh informasi yang sah dan dapat dipercaya.

BACA JUGA: Pelajaran Penting dari Merebaknya Virus Corona 

Penanganan WhatsApp Bila Diserang Malware

WhatsApp sering menjadi target para peretas mengingat  popularitas dengan jumlah pengguna bulanan sebanyak 1,6 miliar.

Serangan bug atau malware biasanya menginfeksi sistem sebagai komponen tambahan dan kemudian memulai aktivitas ilegal tanpa diketahui korban.

Oleh karena itu, tidak cukup hanya menghapus WhatsApp dari komputer untuk menyelesaikan masalah. Dalam beberapa kasus, mungkin cukup untuk menghilangkan file yang rusak dengan menggunakan anti-virus yang sesuai dengan OS milik perangkatmu.

Jika terinfeksi dengan malware, mungkin juga perlu mengembalikan pengaturan default smartphone. Atau, bisa juga menginstal ulang aplikasi untuk menyelesaikan penghapusan bug ataupun malware di WhatsApp sepenuhnya.

So waspada yah gaes terhadap ulah jahat para peretas yang menyebarkan informasi unfaedah terkait virus corona lewat whatsapp! (Sbg/Rig)

Comments