Brand Terkenal
Ada cukup banyak brand fashion yang pernah mendapat tudingan kejam mulai dari nilai rasis hingga dianggap sexist. (Foto: mensfashioncasual)

Sabigaju.com – Memang, seorang desainer atau pengusaha membutuhkan upaya keras agar karyanya bisa menjadi brand terkenal, populer dan diterima banyak orang.

Bukan hanya soal strategi pemasaran, model terbaru yang akan dirilis, atau semua aspek bisnisnya, tapi juga soal behaviour perusahaan.

Semua tindak tanduk perusahaan akan dilihat banyak orang. Menyinggung sedikit golongan tertentu, maka sebuah brand  terkenal pun tak akan luput dari amukan massa. Enggak sedikit brand yang menjadi objek tudingan kejam. Dari mulai dianggap rasis hingga seksis.

Terlepas dari behaviour perusahaan ini, ada isu berhembus bahwa semua adalah salah satu amunisi persaingan. Artinya, tudingan ini berasal dari pesaing-pesaing lainnya. Kira-kira bener enggak ya, Sob?

Well, bener atau enggak, mending kamu simak dulu ulasan yang satu ini. Mungkin kamu bisa nilai sendiri.

BACA JUGA:

 

1. GAP

Beberapa waktu lalu, sebuah postingan di Facebook bikin heboh jagat maya. Ini lantaran brand terkenal GAP dituding sebagai merek yang membela kamu homoseksual.

Dalam tulisan yang diunggah oleh akun Houssam Saidi, GAP merupakan kepanjangan dari Gay and Proud. GAP juga dituding telah meluncurkan dana untuk sebuah televisi pendukung kaum gay. Benarkah demikian?

Kalau dilihat dari sejarahnya, GAP ini didirikan oleh sepasang semua istri bernama Donald dan Dorris Fisher di California. Nama GAP diambil dari kata Generation Gap, yang artinya kesenjangan generasi yang terjadi pada tahun 1960-an. Hmmm, bahaya ya berita asal tuding kayak gini.

2. Mark and Spencer

Diberitakan Metro beberapa waktu  lalu. brand terkenal Mark and Spencer dituding berperilaku seksis oleh sebuah organisasi feminis, FILIA Charity.

Brand Terkenal
(Foto: Twitter @FiLiA_charity)

Tudingan ini mencuat usai sebuah toko resmi dari brand terkenal itu,  mendisplay pakaian dalam wanita dengan tulisan “fancy little knickers”, sedangkan di sampingnya pakaian pria rapi tertutup dengan tulisan “outfit to impress” sebagai MUST HAVE item mereka.

Menurut para feminis, pemasaran ini melukai kaum wanita, di mana seorang wanita must have item wanita pakaian dalam sedangkan prianya merupakan setelan baju yang tertutup rapi.

“Ini indikasi bahwa wanita adalah sebuah objek yang menggairahkan,” kata seorang feminis bernama Sian Steans. Sebagai cowok, menurutmu gimana?

3. Dolce Gabbana

Brand terkenal  Dolce Gabbana baru-baru ini mengkampanyekan brandnya di Shanghai dengan tagar #DGLovesChina. Tapi, kampanye ini berlanjut pada sebuah kontroversi karena adanya sebuah video yang dianggap rasis.

View this post on Instagram

#DGlovesChina ? More like #DGdesperateforthatChineseRMB lol.  In a bid to further appeal to luxury's covetable Chinese consumers, @dolcegabbana released some hella offensive “instructional” videos on the usage of chopsticks.  Pandering at it's finest, but taken up a notch by painting their target demographic as a tired and false stereotype of a people lacking refinement/culture to understand how to eat foreign foods and an over-the-top embellishment of cliché ambient music, comical pronunciations of foreign names/words, and Chinese subtitles (English added by us), which begs the question—who is this video actually for?  It attempts to target China, but instead mocks them with a parodied vision of what modern China is not…a gag for amusement. Dolce & Gabbana have already removed the videos from their Chinese social media channels, but not Instagram.  Stefano Gabbana has been on a much-needed social media cleanse (up until November 2nd), so maybe he kept himself busy by meddling with the marketing department for this series. Who wants to bet the XL cannoli “size” innuendos were his idea? Lmao. • #dolceandgabbana #altamoda #rtw #dgmillennials #stefanogabbana #shanghai #chinese #italian #cannoli #meme #wtf #dumb #lame #chopsticks #foodie #tutorial #cuisine #italianfood #asianmodel #asian #chinesefood #dietprada

A post shared by Diet Prada ™ (@diet_prada) on

Dalam video tersebut, tampak seorang wanita Tiongkok tengah kesulitan memakan sepiring pizza dengan sumpitnya. Beberapa orang menilai video tersebut seolah memperlihatkan bahwa budaya Cina adalah budaya yang outdated.

“Targetnya Cina, tapi parodi ini bertolak belakang dengan visi modern Cina dan tak perlu dijadikan hiburan,” tulis sebuah akun Instagram Diet Prada.

4. Weekend Offender

Salah satu brand terkenal dikalangan pecinta busana casual yakni, Weekend Offender juga pernah diboikot lantaran postingan di Instagramnya yang kontroversial.

Brand Terkenal
(Foto: Instagram weekendoffender)

Clothingan asal Inggris ini pernah mengunggah foto seorang pria berparas Timur Tengah sedang berada di Kabah. Tapi pria ini sembari menjulurkan lidahnya yang terdapat dua jenis narkoba, yakni LSD dan Acid.

Akibatnya, Weekend Offender pun membuat banyak netizen marah. Tapi akhirnya, mereka menghapus konten tersebut dan meminta maaf.

5. Tudingan Terhadap Brand Terkenal Fred Perry

Tudingan tak sedap juga pernah di alamatkan kepada brand terkenal, Fred Perry adalah lini fashion yang populer di kalangan anak laki-laki Inggris.

Produk polo dari Fred Perry di tuding sebagai salah satu busana yang kerap digunakan oleh para kaum rasis.

Kritik keras tersebut di muat dalam salah satu artikel Washington Post, yang mengklaim bahwa polo shirt serta kemeja dari brand terkenal itu telah menjadi simbol supremasi kulit putih sejak setidaknya 70-an.

Namun tudingan tak berdasar itu  berlalu begai angin saja, sebab begitu banyak orang yang  mengetahui bagaimana Fred Perry menjadi semacam uniform tak resmi dari para musisi terkenal,  aktivis anti rasis serta para atlit di lapangan tenis.

Duh, sudah terkenal ada saja ya tindak tanduknya yang dikritik keras oleh berbagai kalangan. Kalau benar mereka salah, memang sudah sepatutnya dikritik. Tapi kalau tidak? Bisa-bisa jadi fitnah deh. Gimana menurut kamu, Sob? (Sbg/Dinda)

Comments