Transportasi umum
Di Jakarta Jutaan orang setiap harinya menggunakan moda transportasi umum untuk bekerja ataupun kuliah. (Foto: Youtube Jakarta Videos)

Sabigaju.com – Ada banyak karyawan alias pekerja kantoran yang harus menempuh jarak cukup jauh dari rumah menuju kantor dengan menggunakan  moda transportasi umum

Kamu mungkin pernah terjebak dalam sebuah dilema: berdesak-desakan di transportasi umum seperti kereta atau memilih untuk menyetir di kabin mobil ber-AC yang nyaman, namun harus menghadapi kemacetan yang membuat kepala pusing tujuh keliling.

Nah, menggunakan transportasi umum memang lebih ramah lingkungan Di dalam kereta atau bus orang berdesakan dan berbagi udara pada jam sibuk. Nah di sini kamu patut waspada bahaya penularan penyakit yang mengintai, salah satunya Tuberkulosis (TBC).

BACA JUGA: Sebelum Jalanan Macet Lagi, Yuk Berwisata ke Tempat Berikut di Jakarta

Waspada Tertular TBC saat Menggunakan Transportasi Umum

Yup TBC adalah penyakit yang ditularkan melalui udara yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Penyakit ini bisa dengan mudah ditularkan. Karena itu, meningkatkan kesadaran tentang adanya kemungkinan penularan TBC dan cara-cara pencegahannya jadi penting untuk diketahui.

Ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau meludah, kuman menyebar ke udara di sekitarnya dan menetap di sana untuk waktu yang lama. Jika menghirup udara itu, Anda bisa menghirup kuman dan terinfeksi.

Dan bila ada banyak orang seperti di kereta yang berdesak-desakan, bisa jadi tertular

BACA JUGA: Gilanya Kemacetan Jangan Bikin Kita Jadi Gila

Bakteri TBC bisa mati saat kena cahaya matahari langsung. Sementara sirkulasi udara di transportasi umum cenderung tertutup.

Belum lagi biasanya ada pendingin ruangan. Nyaman bagi penumpang, tapi juga nyaman bagi bakteri TBC yang hidup subur di tempat lembap.

Dan kebijakan transportasi umum itu tertutup karena pakai AC. Kalau di mobil pribadi bisa dibuka. Sementara kalau pakai AC, kemungkinan kuman tertular lebih cepat, mereka lebih suka lembap

Langkah Pencegahan

Oleh sebab itu, jika kamu termasuk pengguna transportasi umum apapun bentuknya perlu melindungi diri.

Masker, adalah salah satu caranya. Anda bisa membeli masker secara eceran di pasar swalayan. Di situs e-dagang (marketplace) banyak juga yang menjualnya per dus.

Etiket bersin dan batuk juga perlu lebih dipahami dan dipraktikkan. Hal ini tidak hanya penting untuk upaya pencegahan TBC, tapi semua penyakit yang menular lewat udara.

BACA JUGA: Padatnya Commuter Line, Jadi Topik Pembicaraan Seru Netizen 

“Jika orang menutupi mulut saat bersin, ini menciptakan kesempatan kuman berjangkit ke orang lain atau mengontaminasi benda lain yang disentuh orang,” kata Dr. Vincent Hill, dari Centers for Disease Control and Prevention.

Alih-alih menutupi mulut dengan tangan, gunakan lekukan lengan Anda saat batuk atau bersin. Bisa juga gunakan tisu, dan jangan lupa mencuci tangan setelahnya.

Hal lain yang tak boleh dilupakan adalah soal meludah sembarangan.

Di Indonesia, kita bisa dengan mudahnya menemukan orang yang meludah sembarangan di tempat-tempat umum. Dan tidak ada undang-undang yang melarang ini.

Bakteri penyebab TBC bisa dikalahkan oleh kekebalan tubuh yang mumpuni. Lewat pola makan dan gaya hidup sehat, ini bisa dicapai. (Sbg/Rig)

Comments