Tradisi Unik
Beberapa negara dengan jumlah muslim yang minoritas pun juga memiliki tradisi unik berbuka puasa di bulan Ramadhan. (Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Tradisi unik dalam menyambut bulan Ramadhan rupanya bukan hanya terdapat di negara yang memiliki mayoritas penduduk muslim seperti Indonesia.

Beberapa negara dengan jumlah muslim yang minoritas pun juga memiliki tradisi unik bulan Ramadhan.

Berikut ini adalah beberapa tradisi unik bulan Ramadhan di belahan dunia lain yang menarik untuk kamu ketahui.

BACA JUGA: Bukan Kaleng-kaleng, Sederet Minuman Berenergi untuk Berbuka Puasa 

India

Para penduduk Muslim di India akan menyebut Ramadhan dengan Ramazan. Pada bulan itu, pria muslim di India akan menghiasi mata mereka dengan kohl yang terlihat seperti celak mata.

Para muslim di India juga akan menjual bihun dan buah manis karena bihun merupakan menu yang sering disuguhkan ketika berbuka puasa.

Tradisi Unik
Salah satu tradisi unik berbuka puasa di India adalah menyantap Haleem. (Foto: Instagram vakshoor)

Selain itu, mereka juga akan menyantap ganghui (sup yang terbuat dari terigu, beras serta potongan daging).

Ketika sahur, para muslim India senang mengonsumsi minuman khusus yang terbuat dari kacang-kacangan yang disebut harir. Jenis makanan lainnya yang popular pada bulan Ramadhan adalah Haleem atau nonbu kanji (semacam bubur kaya rempah).

BACA JUGA: Berikut Tips Memilih Makanan yang Aman untuk Berbuka Puasa 

Tradisi Unik Berbuka Puasa di Rusia

Para umat muslim di Rusia akan berpuasa dalam durasi yang termasuk durasi terlama di dunia, yaitu selama 17 jam penuh.

Tradisi Unik
Tradisi unik berbuka puasa di Rusia adalah menyantap sajian kuliner bernama galnash. (Foto: Russia beyond)

Mayoritas umat muslim di Rusia yang tinggal di Kota Moscow. umumnya berbuka dengan kurma serta buah-buahan lain, serta menyantap roti yang terbuat dari tepung dengan berbagai aneka masakan.

Roti yang diisi labu atau keju disebut juga dengan khingalsh sedangkan yang terbuat dari gandum disebut galnash. Selain itu, umat muslim di Rusia juga meminum kvass berupa minuman tradisional non-alkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi ditambah perasa buah.

BACA JUGA: Aturan Berbuka Puasa yang Optimal Menurut Pakar Gizi 

Jerman

Mayoritas umat muslim di Jerman berasal dari Turki. Dengan demikian, atmosfir Turki sangat terasa di Jerman ketika bulan Ramadhan.

Para umat muslim di Jerman biasanya menyantap suus (minuman dengan bahan baku gula hitam), dschellab (gula dan sirup kurma), gamruddin (jus apricot), gata’e serta kalladsch (kacang-kacangan).

Tradisi Unik
Salah satu tradisi unik di Bulan Ramadhan bagi orang muslim di Jerman biasanya menyiapkan qatayef sebagai penganan untuk berbuka puasa (Foto Instagram nadiatommalieh)

Selain itu yang menjadi  tradisi unik di Bulan Ramadhan orang muslim di Jerman biasanya menyiapkan qatayef atau kue kering berisi keju manis dan kacang-kacangan.yang direndam dalam sirup gula.

Para umat muslim di Jerman juga memiliki kebiasaan dimana lansia serta anak-anak akan memeriksakan diri ke dokter untuk menjaga kesehatannya sebelum mulai berpuasa. (Sbg/Vania)

Comments