(Foto: Instagram)

Sabigaju.com – Hari ini, Minggu, 19 Mei 2019, umat Buddha memperingati Hari Waisak. Yakni dengan mengenang tiga momentum penting yaitu kelahiran orang suci, pencapaian kebuddhaan dan meninggalnya Buddha Gautama. Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari purnama sidi, bulan Waisak.

Peringatan Hari Waisak Nasional tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya peringatan Hari Waisak dipusatkan di Candi Borobudur, tahun ini dipindah ke cagar budaya Candi Muara Takus, di Kampar, Riau, pada 12-25 Mei 2019.

Di Indonesia, Waisak mulai dirayakan setidaknya sejak 1930 di Candi Borobudur. Di tempat sama, Waisak mulai dirayakan secara umum pada 1953. Disusul peringatan secara nasional enam tahun kemudian, bahkan dihadiri bhiksu dari luar negeri.

BACA JUGA: Ketulusan Saat Membangun Kuil Sejuta Botol 

Trending Topik

Perayaan Waisak biasanya akan dilakukan dengan berbagai kegiatan, di mana Umat Buddha di berbagai wilayah dunia akan melakukan beragam ritual dan tradisi unik dalam merayakan Waisak.

Biasanya berbagai kegiatan dan tradisi yang diadakan sangat terpengaruh oleh tradisi atau kebiasaan masyarakat setempat.

Waisak bagi umat manusia, khususnya umat Buddha adalah hari kemenangan, hari yang sangat bersejarah. Karena Waisak merupakan bukti yang nyata bahwa manusia bisa menaklukkan penderitaan dan mencapai kebahagiaan abadi.

Berdasarkan pantauan Sabigaju hari ini, ada ribuan netizen yang mengucapkanberbagai kata terkait dengan Hari Raya Waisak. Peringatan Hari Waisak pun bertengger di trending topic Twitter Indonesia lewat tagar #Waisak dan #VesakDay.

BACA JUGA: Hebat! Pulau Jawa Dinobatkan Jadi Pulau Terbaik di Dunia 

Toleransi dan Kebhinekaan

Salah satu hal yang istimewa adalah peringatan Trisuci Waisak  tahun 2019 ini  berlangsung di tengah pelaksanaan ibadah puasa bagi umat Islam.

Hal ini tentunya bukan sekadar kebetulan dan tidak berarti apa-apa. Sebab menghormati perbedaan dan saling toleransi terjaga demikian baik di negeri ini.

BACA JUGA: Yuk Ajari Anak Toleransi Mulai dari Sekarang!

Umat Buddha dapat merayakan hari raya Waisak  dengan aman dan tenang,berdampingan dengan umat Muslim yang juga melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, tanpa gesekan.

Peringatan Waisak menjadi ritual keagamaan untuk merekatkan solidaritas antarindividu.Dengan bentuk perayaan yang demikian beragam, Waisak menjadi ruang yang terbuka untuk semua dan akomodatif terhadap keberagaman budaya di Indonesia.

Inilah potret sesungguhnya dari toleransi dan menghormati perbedaan.  Selamat Hari Waisak. (Sbg/Rig)

Comments