pelakor

Sabigaju.com – Sejak beberapa tahun terakhir atau tepatnya sejak media sosial booming di Indonesia, intensitas orang untuk mengomentari urusan orang lain sepertinya meningkat drastis. Salah satunya mengurusi kehidupan rumah tangga artis yang sedang di ujung tanduk. Apalagi bila penyebab kandasnya rumah tangga karena perselingkuha. Sayangnya, bukan sang pelaku yang dihakimi habis-habisan oleh netizen. Melainkan orang yang menjadi selingkuhan lah yang menjadi bulan-bulanan netizen di berbagai kesempatan. Sampai-sampai orang tersebut dijuluki dengan istilah khusus seperti ‘pelakor’  dan ‘pebinor’, atau perebut laki orang dan perebut bini orang.

Kata-kata negatif pada berbagai kolom komentar yang membahas isu perselingkuhan pun tidak bisa dielakkan. Mulai dari menyalahkan orang yang menjadi selingkuhan, hingga caci, maki, sumpah serapah, dan doa-doa buruk tak berkesudahan memenuhi kolom-kolom komentar berita perselingkuhan. Kalau dilihat sekilas mungkin tampak biasa, mengutuk orang yang menjadi selingkuhan.

Namun bila kita amati dan cerna lebih dalam, betapa tidak adilnya dunia pada orang tersebut. Bukan bermaksud untuk membela, tetapi sepertinya masyarakat kita telah terbiasa hanya menyalahkan orang yang dianggap pelakor atau pebinor tanpa menelisik lebih dalam tentang hubungan keduanya.

Lalu, Bagaiman Kita Menanggapi Fenomena Pelakor dan Pebinor?

Sharing pendapatmu, dan simak bahasannya di #TipsOm2 yang akan tayang malam ini, jam 21.00 via periscope akun Twitter @TipsOm2 yuk!

Comments