Sabigaju.com – Sesulit-sulitnya kamu yang terpaksa LDR sama pacar akibat harus kuliah beda kota, beda negara atau beda benua, kesulitan yang kamu hadapi tetap tak ada seujung kuku para istri dari prajurit—yang seringkali ditugaskan ke luar negeri dalam waktu yang lama. Para prajurit kerap berada lebih banyak di luar rumah dibanding di rumah sendiri. Untuk itu, para istri prajurit biasanya terbilang expert dalam hal LDR.

Dalam kurun waktu penugasan belum tentu keduanya dapat berkomunikasi dengan intens. Belum lagi jika antara wilayah penugasan dan rumahnya berbeda zona waktu. Menemukan kesempatan untuk ngobrol pasti jadi kesulitan tersendiri. Bagaimana mereka menjaga nagar tetap baik-baik saja dalam keadaan seperti itu?

Dilansir dair Huffingtonpost, beginilah cara para istri prajurit mempertahankan rumah tangga mereka dan mengupayakannya agar tetap harmonis meski seringkali terpisah jarak.

Rayakan setiap liburan, bahkan yang terkecil

Tak bisa dihindari, pasti ada momen-momen berharga yag harus dilewatkan sang suami karena ia harus menjalankan tugas negara di suatu tempat yang jauh dari rumah. Alih-alih berkecil hati dan meratapi ketidakhadiran, berusahalah untuk tetap ‘terkoneksi’ dan membuat kalian merasakan kehadiran satu sama lain dengan cara apapun yang dibisa. Mengirimkan kartu ucapan yang dibuat sendiri, misal. Atau memanfaatkan teknologi dengan video call jika memang memungkinan.

Tetap update cerita satu sama lain

Bagaimanapun caranya, kamu dan pasangan harus tetap bisa menjaga koneksi antara satu sama lain. Salah satunya adalah dengan cara terus bertukar cerita. Dengan begitu, kamu dan pasangan akan tetap merasa jadi bagian dari hari-hari satu sama lain meski hanya secara virtual.

Saling mengerti kesibukan satu sama lain

Tentu saja, pengertian itu harus ada. Tanpa adanya pengertian hubungan tersebut takkan mungkin bertahan. Mengertilah bahwa ini adalah jalan hidup kalian sebagai pasangan. Mengertilah bahwa pasanganmu tak selalu memiliki waktu untuk berbicara denganmu atau sekadar mendengarkanmu. Mengertilah.

Rencanakan hal seru untuk dilakukan bersama dalam pertemuan selanjutnya

Heather Aliano, salah satu narasumber yang membagikan tipsnya kepada Huffingtonpost mengatakan ia dan suaminya kerap merencanakan liburan dengan detail dalam percakapan mereka saat sedang berjauhan. “Kami akan bicara tentang pro kontra setiap lokasi, mencari hotel, restoran, dan tempat-tempat untuk dikunjungi, bahkan harga tiket pesawat kami,” ujarnya. “Berhubung kami sedang berusaha melunasi hutang dan tengah berencana mengadopsi dua anak lagi, (liburan) itu takkan terjadi. Tapi merencanakan liburan itu adalah cara kami untuk membayangkan diri kami ada di luar situasi yang terjadi sekarang ini dan mengingat kami akan segera bersama lagi,” lanjut Aliano.

Sibukkan diri dengan teman-teman, khususnya yang memahami perjuanganmu dalam long distance marriage ini

Memiliki pasangan yang jauh secara fisik tentu akan sedikit menyulitkanmu di berbagai kondisi sosial. Tidak semua orang bisa paham kondisi tersebut, dan berada di tengah-tengah lingkungan yang salah bisa membuatmu semakin merasa seperti single—yang mana tak baik bagi hubungan. Jadi, tempatkanlah dirimu di antara orang-orang yang mengerti.

Kamu dan pasangan harus selalu berusaha menjalani hubungan seperti pasangan normal lainnya meski kalian harus berjauhan. Kalian harus tetap ingat dan bertindak selayaknya pasangan meski saat berjauhan, rasanya seperti tidak punya pasangan karena harus melakukan berbagai hal sendirian. (sbg/Fitri)

Comments