Sabigaju.com – Saat ini warganet pun terpecah menjadi dua akibat polemik viral antara Gitasav dan Helmi. Mendukung Gita dan kecewa atas sikapnya kepada Helmi yang dianggap tidak sesuai dengan manner yang ditunjukkannya selama ini melalui Instagram maupun video-video di channel YouTube-nya.

Berbicara benar atau salah pada persoalan semacam ini tentu sulit. Namun yang menjadi fokus dari konfrontasi tersebut adalah tentang anger management.

Beberapa warganet yang mengungkapkan kekecewaannya terkait sikap Gitasav tersebut disebabkan oleh anger management Gita dalam menanggapi pesan-pesan Helmi. Wajar memang bila Gita masih dilingkupi oleh perasaan marah karena pelecehan verbal yang diterimanya beberapa hari lalu. Namun, caranya bereaksi terhadap pesan-pesan Helmi yang juga korban dari @tristannugrahaw memang tidak bisa dibenarkan.

BACA JUGA: Polemik Gitasav dan Helmi yang Berujung Viral di Media Sosial

Sebagai sosok yang dikenal inspiratif, cerdas, dan mewakili brand besar seperti HiJUP serta Wardah sebagai ambassador maupun spoke person, tentu sikap Gita dalam percakapannya dengan Helmi tersebut akan memberi efek besar di masa mendatang. Bukan hanya berimbas ke diri Helmi, tetapi juga ke dirinya sendiri.

Dilansir dari Mayoclinic Org, mengontrol diri saat marah bisa dilakukan dengan beberapa hal. Mengontrol diri ini adalah hal terpenting saat Sobat Sabi dilingkupi perasaan negatif. Berikut ini sebagian langkah mengontrol amarah yang bisa dilakukan saat menghadapi persoalan seperti yang dialami oleh Gita dan Helmi.

Think before you speak

Bisa dibilang, kekecewaan followers Gita atau netizen lain kepadanya bermula saat membaca ucapan-ucapan kasar Gita kepada Helmi melalui pesan DM. Mengucapkan kata-kata kasar saat marah memang hal yang paling mudah, tetapi efek jangka panjangnya bisa lebih dari penyesalan sesaat saja. Apalagi bila kamu yang berkata kasar adalah idola banyak remaja dan kaum muda hingga brand ambassador merk-merk ternama.

Once you’re calm, express your anger

Mengekspresikan kemarahan saat sedang marah-marahnya adalah hal yang tidak disarankan. Pasalnya, kemarahan bisa memanipulasi otak kita sehingga tidak bisa berpikir logis dan juga tak bisa berempati. Alhasil, banyak ekspresi kemarahan yang dilakukan pada waktu salah justru memicu persoalan baru.

BACA JUGA: Perbedaan antara Stres, Depresi, dan Anxiety

Belajar dari polemik Gita dan Helmi, salah satu yang memicu Helmi membeberkan chat bersifat pribadi dengan Gita bermula dari unggahan blog Gita yang berisi ekspresi kemarahannya. Sikap Helmi yang membeberkan isi chat tersebut tentu tak bisa seratus persen dibenarkan, tetapi juga tidak serta merta bisa disalahkan. Pasalnya, Gita menyebut detil identitas diri Helmi mulai dari tempat kuliahnya dulu hingga bidang pekerjaannya saat ini. Sebagai seorang pegawai, reputasi tentu menjadi hal yang penting saat ini. Terlebih lagi di era HRD memantau reputasi kita dengan mudahnya melalui dunia maya.

Oleh karena itu, dalam kondisi marah ada baiknya kita menjaga jarak dari internet atau mengekspresikan apapun itu sebelum suasana mendingin. Soalnya, sekali internet mencatatmu maka catatan itu selalu ada.

Stick with “I” Statements

Ketika marah, usahakan kita tetap mengontrol diri sebaik mungkin. Terutama saat mengekspresikan kemarahan tersebut kepada yang bersangkutan. Ingat untuk fokus kepada “aku” saat mengungkapkan pendapat. Mayoclinic Org menuliskan, “To avoid criticizing or placing blame — which might only increase tension — use “I” statements to describe the problem. Be respectful and specific. For example, say, “I’m upset that you left the table without offering to help with the dishes” instead of “You never do any housework.”

Dari persoalan Gita dan Helmi tersebut warganet diajak belajar bersama-sama bahwa self control adalah hal penting yang harus dimiliki setiap orang. Selain itu, think before we do juga harus diterapkan karena apa yang kita lakukan sekarang, entah baik atau buruk akan memberi efek ke masa mendatang. Terakhir, stop menghakimi mereka, mari belajar bersama soal anger management dan semoga persoalan tersebut segera berakhir! (sbg/Erny)

Comments