rumah tangga

Sabigaju.com – Membina rumah tangga berarti siap untuk berbagi tanggung jawab. Setidaknya ada tiga jenis pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga, kira-kira Anda termasuk yang mana? Sebelum menjawabnya, simak jenis-jenis pembagiannya berikut ini:

1. Pembagian Tanggung Jawab 50:50

Bila Anda dan pasangan sama-sama memiliki pekerjaan serta saling bahu-membahu mengerjakan pekerjaan domestik dalam rumah tangga berarti Anda termasuk dalam jenis pertama ini. Bagi sebagian pasangan, membagi tanggung jawab seperti ini jauh lebih baik karena satu sama lain merasa memiliki porsi tanggung jawab yang setara. Namun, bukan berarti pembagian tanggung jawab rumah tangga 50:50 adalah yang terbaik. Pasalnya, tidak ada pembagian tanggung jawab yang terbaik karena kondisi setiap rumah tangga tidak sama. Jadi, sesuaikan dengan kesepakatan Anda dan pasangan.

2. Pembagian Tanggung Jawab 70:30

Selain menerapkan pembagian tanggung jawab secara 50:50, beberapa pasangan memilih membagi tanggung jawab 70:30. Untuk di Indonesia, umumnya porsi 70% penghasilan ada pada suami dan 30%-nya adalah sang istri. Sementara untuk pembagian tanggung jawab dalam ranah domestik, umumnya 70% ditangani istri dan 30% sisanya menjadi tanggung jawab suami.

Lagi-lagi tidak ada standar mana yang paling baik dalam hal pembagian tanggung jawab rumah tangga ini. Yang terbaik justru saling mengapresiasi dan menghargai porsi tanggung jawab masing-masing pasangan. Anda sudah melakukannya belum?

3. Single Engine

Untuk jenis single engine umumnya ditandai dengan suami yang bekerja untuk mencukupi seluruh kebutuhan keluarga dan istri yang bertanggung jawab penuh pada ranah domestik rumah tangga. Banyak pasangan yang memilih jenis pembagian tanggung jawab ini atas dasar berbagai alasan. Misalnya, sang istri baru saja melahirkan sehingga menuntutnya untuk lebih fokus mengurus dan membesarkan anak. Hal tersebut biasanya menjadi alasan terbanyak seorang istri untuk meninggalkan dunia kerja.

Walaupun suami bertanggung jawab sepenuhnya dalam hal finansial keluarga, bukan berarti pekerjaan rumah sang istri lebih ringan. Justru dibutuhkan kesepakatan dan rasa saling menghargai tanggung jawab satu sama lain untuk meminimalisir konflik yang mungkin terjadi. Dan, jangan lupakan sikap saling mengapresiasi tanggung jawab masing-masing!

Itulah ketiga jenis pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga, Anda yang mana? Share yuk! (Sbg/Er)

Comments