Sabigaju.com – Seiring dengan meningkatnya kematangan usia dan pengalaman, kita semua pasti pernah  pernah dihampiri godaan besar yang berwujud dalam gaya hidup yang tidak sehat .

Saat menghadapi godaan besar, beberapa orang mungkin tidak bisa melawannya hingga akhirnya menyerah. Akibatnya mereka pun mengalami konsekuensi buruk yang berbuntut penyesalan di kemudian hari.

Maka agar tidak menyesal , kita harus melawan godaan dan bukan takluk. Lantas apa saja jenis godaan yang kerap menghampiri para pria dan bagaimana cara mengatasinya?

BACA JUGA:

1. Godaan Terhadap Tahta

Tahta alias kekuasan merupakan salah satu godaan besar bagi pria. Kekuasaan juga sering kali menjadikan manusia terpuruk.

Tatkala kekuasan itu dianggap sebagai kesempatan untuk berbakti dan melayani malah dijadikan sarana untuk membangga diri, untuk memperkaya diri, dan untuk dinikmati.

Godaan haus akan kekuasaan biasanya terjadi setelah manusia berkuasa atau mendapatkan jabatan.

Godaan itu membuat banyak pria sering lupa dengan niatnya yang baik itu, hingga dia selalu berpikir bagaimana mempertahankan kekuasaan yang telah diraih dan berusaha untuk terus meraih kekuasaan yang lebih tinggi lagi.

2. Godaan Besar Pria Terhadap Harta

Godaan besar lain yang juga kerap menghampiri para pria adalah godaan akan harta alias kekayaan.

Godaan besar ini juga datang dari sisi perhatian dan keinginan seseorang terhadapnya. Sehingga sebagian orang yang keinginannya terhadap harta tersebut, dapat membuat dirinya berambisi terhadapnya. Hal ini membuat kesibukannya hanyalah mencari harta.

Kita harus hati-hati dengan godaan besar akan  harta, sebab jebakan dari godaan ini adalah bakal mengikuti hawa nafsu yang tidak pernah ada puas-puasnya.

3. Godaan Wanita

Begitu besar godaan wanita terhadap laki-laki. Betapa banyak laki-laki yang tak dapat mengontrol dirinya hingga ia terjerumus alias terperosok dalam kehancuran karena tidak mampu menghadapi godaan wanita.

Apalagi jika wanita itu cantik, seksi, kaya lalu menggoda kamu di waktu dan tempat yang aman dari penglihatan manusia.

Tetapi, selamanya cinta kepada kekuasaan, harta, dan wanita, tak pernah bisa melahirkan harmoni. Karena harta, tahta, wanita itu dibangun diatas nafsu pribadi kita, jadikan diri kita pantas bagi harta yang besar, bagi tahta yang besar, dan bagi wanita yang mulia.(Sbg/Rig)

Comments