Ikut Arus
(Sumber gambar http://hrexecutive.com)

Sabigaju.com – Manusia sebagai makhluk sosial dituntut untuk bisa bersosialisasi dengan sesamanya. Sayangnya, saat bersosialisasi tak sedikit manusia yang terjebak untuk ikut arus tren yang tengah populer, meski tren tersebut tidak sesuai dengan prinsip dan nilai yang diyakini.

Umumnya mereka yang ikut arus dihantui perasaan kalau kita akan tergilas. jauh tertinggal bila tak ikut arus. Tampaknya ini sudah menjadi rumus kehidupan.

Padahal, agar menjadi manusia yang punya kreativitas dan inovasi, manusia dituntut berani berpikir dan bertindak out of the box alias tidak ikut arus.

Kalau mau ikut arus, ya silakan. Sah-sah saja karena ini merupakan pilihan. Tapi,pepatah bijak menyebut hanya ikan mati yang ikut arus. Ikan hidup bahkan berenang melawan arus.

BACA JUGA: Mengikuti Tren Fesyen itu Tidak Keren! Jadilah Diri Sendiri 

Penelitian Soal Sikap Tidak Ikut Arus

Bila kamu termasuk salah satu individu yang tidak ikut arus tren, enggak perlu berkecil hati karena hal tersebut bisa jadi pertanda kamu punya IQ tinggi.

Pasalnya, sebuah penelitian dalam Journal Evolution and Human Behavior menemukan bahwa sikap non-konformis adalah pertanda IQ tinggi.

Menurut temuan tersebut, orang-orang dengan IQ tinggi tidak membuat keputusan dengan mengikuti orang lain. Akan tetapi, bila mereka memutuskan untuk mengikuti mayoritas, itu dilakukan dengan lebih strategis.

“Dengan kata lain, orang-orang pintar biasanya membuat jalannya sendiri karena mereka pikir mereka punya jawaban yang benar. Tapi ketika mereka tidak yakin, mereka lebih mau daripada orang-orang dengan IQ biasa untuk mengikuti mayoritas,” ungkap penelitian, tersebut

Para peneliti dari University of British Columbia (UBC) mendapatkan hasil tersebut setelah melakukan eksperimen mengenai informasi sosial atau informasi yang kita dapat dari orang lain terhadap 101 orang.

Dalam eksperimen ini, para partisipan diminta untuk membandingkan panjang berbagai garis. Namun, sebelum menjawab, mereka diberi tahu jawaban partisipan lain.

Mayoritas partisipan memutuskan dengan mengikuti pilihan ikut arus mayoritas, apalagi bila pilihannya semakin banyak dan mereka semakin bingung.

Namun, tidak dengan orang-orang yang ber- IQ lebih tinggi. Mereka lebih yakin dengan jawaban mereka sendiri dan tidak mudah dipengaruhi oleh jawaban orang lain.

BACA JUGA: Kepribadian dan Soal Penampilan, Gak Perlu Ikut Tren Fesyen

Ikut arus Bukan Berarti Buruk

Menurut Sains Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil temuan mereka bukan ingin mengatakan bahwa mengikuti mayoritas, adalah hal yang buruk.

Malah, menurut pemimpin studi Michael Muthukrishna yang mendapat gelar PhD dari departemen psikologi UBC dan kini mengajar di London School of Economics, konformitas atau mengikuti mayoritas bisa jadi hal baik.

“Manusia itu konformis dan itu adalah sesuatu yang baik untuk evolusi kultural. Dengan menjadi seorang konformis, kita meniru hal-hal yang populer di dunia dan hal-hal itu biasanya baik dan berguna,” ujarnya.

BACA JUGA: Saat Tren Pernikahan Ala-Ala Bikin Sakit Kepala Para Pria

Sebagai contoh, mayoritas orang tidak benar-benar mengerti bagaimana kuman bisa menyebabkan penyakit, tetapi mereka tetap cuci tangan setelah buang air karena itu baik untuk kesehatan.

Muthukrishna mengatakan, seluruh dunia kita terdiri dari hal-hal yang kita lakukan karena baik untuk kita, tetapi kita tidak tahu alasannya.

“Kita tidak perlu tahu alasannya, kita hanya perlu tahu bahwa orang lain juga melakukannya,” katanya.

Nah,  kalau kamu sendiri mau jadi individu  yang ikut arus atau tidak? (Sbg/Rig)

Comments