(Foto: Instagram.com/thedevilallthetime_)

Sabigaju.com – Para pecinta film kini tenggah ramai membahas soal Film terbaru Netflix bertajuk The Devil All the Time yang dibintangi aktor-aktor besar seperti Tom Holland, Robert Pattinson, hingga Bill Skarsgard.

The Devil All the Time diadaptasi dari novel berjudul sama karya Donald Ray Pollock. Novel tersebut pernah rilis pada 2011. Hingga kini merupakan salah satu novel terbaik yang paling banyak terjual.

Lantas apa yang membuat  The Devil All the Time mengusung genre crime, drama, dan psikologi thriller ini begitu istimewa?

BACA JUGA: Nih Lokasi di Film Mulan yang Ramai Dibicarakan Orang! 

Pujian Buat Tom Holland

Nah gaes, si Tom Holland sendiri di film ini perannya beda banget. Dia menunjukkan aktingnya di luar karakternya sebagai superhero.

Akting Tom Holland dalam film ini sangatlah ciamik. Bahkan beberapa kritikus menilai akting Holland dalam The Devil All the Time merupakan yang terbaik sejauh ini.

(Foto: Instagram.com/thedevilallthetime_)

Hal itu bukanlah tanpa alasan. Hollandberhasil menampilkan akting serius bahkan bisa beraksi brutal! Setelah menonton film ini, kalian dijamin bakal mengakui bahwa Holland memang aktor yang berbakat dan bisa lepas dari image Spider-Man.

Film Devil All The Time menampilkan kisah nonlinear tiga babak yang penuh kebrutalan dari berbagai karakter yang berbeda.

BACA JUGA: Nggak Cuma Menghibur, Nonton Film Bikin Mental Jadi Kuat 

Babak 1940-an

Dalam babak awal di film The Devil All the the Time ini dikisahkan bagaimana sososk Willard Russell (Bill Skarsgard), seorang tentara Amerika pulang ke kampungnya di selatan Ohio, setelah selesai bertempur melawan pasukan Jepang semasa akhir perang dunia kedua.

Russell menyaksikan kekejian perang yang brutal, dia menyaksikan di antaranya seorang rekannya yang dikuliti hidup-hidup lantas digantung di atas salib.

Willard mesti menembak mati sang rekan yang dikuliti hidup-hidup tersebut demi mengakhiri penderitaannya. Kenangan itu membekas dan traumatis baginya. Setiap melihat salib ia teringat pada kekejaman perang.

(Foto: IMDB)

Usai perang Willard pulang ke rumah ibunya, seorang Kristen yang amat taat dalam beragama. Beberapa saat pasca akepulangan  ibunya mengajak ia ke gereja sekaligus berniat menjodohkannya dengan Helen (Mia Wasikowska), sesama jemaat gereja.

Rupanya Willard sudah kadung jatuh cinta kepada Charlotte (Haley Bennett), seorang pelayan di sebuah kedai, yang ditemuinya semasa dalam perjalanan pulang.

Aksi Harry Mellini dalam film The devill All the Time
(Foto: Instagram.com/thedevilallthetime_)

Nah, Pada babak ini ini, hiduplah seorang pastor gila daan sadis bernama Roy Laferty (Harry Mellin), yang kemudian menikahi Helen, si gadis yang tadinya coba dijodohkan dengan Willard.

BACA JUGA: Menonton Film Sebagai Terapi Stres Saat Pandemi 

Periode 1950-an

Di babak ini pasangan Willard dan Charlotte yang telah menikah telah dikaruniai seorang anak lelaki manis bernama Arvin (Tom Holland). Willard masihlah orang yang tak beriman Sementara sang istri divonis kanker.

Willard digambarkan menjadi lebih religius dengan mengajak putranya, Arvin, untuk menaruh salib dan mendoakan sang istri. Ia bahkan tidak segan memukul Arvin jika kurang serius berdoa.

(Foto: Instagram.com/thedevilallthetime_)

Sikap religius Willard makin nggak karuan dan cenderung ekstrim yakni dengan membunuh anjing kesayangan Arvin dan menyalibkannya demi menyembuhkan sang istri.

Nyawa Charlotte sendiri akhirnya tak tertolong dan meninggal dunia lantaran penyakit yang mengerogotinya.

Kejadian itu mebuat Wllard frustasi dan dihantui perasaan bersalah lantaran tidak mampu menyelamatkan istrinya Wllard pun memilih bunuh diri di hari yang sama dengan hari penguburan Charlotte.

Sementara kisah Pedeta gila dan Sadis Roy makin mertambah ekstrim. Di berdelusi mendengar firman Tuhan untuk membunuh seseorang lantas akan ia bangkitkan kembali dari kematian dengan kuasa Tuhan yang ia yakini kebenarannya.

(Foto: Instagram.com/thedevilallthetime_)

Roy pun membunuh istrinya, Helen. Ia berharap melalui imannya Tuhan akan membangkitkan kembali sang istri. Ketika Helen tetap meninggal,

Roy menjadi frustasi. Secara Tidak sengaja ia menumpang mobil Carl dan Sandy tanpa menyadari suami-istri itu adalah pasangan pembunuh berantai yang kerap memfoto para korbannya sebelum mereka dibunuh dengan keji.

Sang pastor gila ini akhirnya menemui ajalnya di tangan pasangan pembunuh berantai tersebut.

BACA JUGA: Penyuka Film Action, Waspadalah Kesehatan Mentalmu

Kurun Waktu 1960-a

Periode dalam film The Devil All the the Time ini ditandai dengan kehadiran Pendeta gila Preston Teargardin (Robert Pattionson). Sementara Arvin telah tumbuh dewasa, kini ia hidup bersama sang nenek dan pamannya yang juga mengasuh Lenora (Eliza Scanlen), anak dari Helen dan Roy sang pastor.

(The Devil All the Time Trailer)

Lenora dicintai dan dilindungi oleh Arvin laiknya seperti adik kandung sendiri. Hingga kemudian Lenora di-bully teman-temannnya di sekolah, lalu ia juga dimanipulasi seorang pastor bejat bernama Preston Teargardin. berbagai hal yang dialami Leonora pun memicu nya untuk bunuh diri

Arvin pun mulai memburu Teagardin Hingga akhirnya Ia menghabisi Teagardin tanpa ampun.

Aksi Tom Holland di Film The devil All the Time
(Foto’ IMDB)

Arvin kemudian kabur di tengah perjalanaan dia bertemu dengan pasangn pembunuh berantai Carl dan Sandy.

Arvin pun menumpang mobil mereka. Nah mengetahui nyawanya terancam Arvin pun pun menghabisai paangan tersebut untuk menyelamatkan nyawanya.

Jalan kekerasan sepertinya terus menyeret Arvin ke bagian bagian lain di film ini. Enggak enak juga kalau dibocorin semuanya  gaes. Yah udah Tonton aja The Devil All the the Time  yahSob!

Comments