Sabigaju.com – Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto atau yang lebih dikenal dengan panggilan dr. Terawan baru saja diberhentikan sementara dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Selain diberhentikan, izin prakteknya pun dicabut untuk sementara. Menurut Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prijo Sidipratomo, dr. Terawan diberhentikan sementara karena dianggap melakukan pelanggaran Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki).

Dilansir dari wawancara bersama Prijo Sidipratomo yang ditayangkan oleh Kompas TV beberapa hari yang lalu, ia mengungkapkan bahwa pelanggaran kode etik yang pasti dokter tidak diperbolehkan mengiklankan, tidak boleh memuji diri, dan juga melakukan sesuatu yang bertentangan dengan sumpah dokter. Selain itu, pemberhentian dr. Terawan disebut-sebut ada kaitannya dengan metode “cuci otak” dengan Digital Substraction Angiography (DSA) yang diklaim bisa menghilangkan penyumbatan di otak yang menjadi penyebab stroke.

Metode “cuci otak” yang dikenalkan oleh dr. Terawan memang menuai pro kontra. Pasalnya, metode tersebut dinilai belum melalui uji klinik dan belum terbukti secara ilmiah dapat mencegah dan mengobati stroke. Meski demikian, dr. Terawan sudah berpengalaman mengobati maupun mencegah gejala stroke orang-orang ternama di negeri ini. Sebut saja, Prabowo Subianto, Mahfud MD, Aburizal Bakrie, SBY, dan banyak pejabat lainnya. Oleh karena itu, testimoni positif tentang dr. Terawan dan perawatan menggunakan metode “cuci otak” disampaikan oleh beberapa mantan pasiennya.

Warganet ramai memperbinsngkan nama Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto yang dipecat oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (Foto: Facebook Kabar Dokter)
Warganet ramai memperbinsngkan nama Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto yang dipecat oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (Foto: Facebook Kabar Dokter)

Testimoni Positif tentang Metode “Cuci Otak”

Prabowo Subianto merupakan salah satu mantan pasien dr. Terawan yang pernah menjalani metode “cuci otak” untuk mengatasi penyakit vertigonya. Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya sudah menjalani terapi tersebut tiga kali dan mau empat kali. Selama melakukan terapi itu, Prabowo mengaku penyakit vertigonya menjadi lebih jinak. Dampaknya, Prabowo mengaku bisa berpidato hingga tiga jam tanpa terganggu karena penyakit vertigonya kambuh.

Selain Prabowo, Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto juga memberikan testimoni positif karena pernah menjalani terapi “cuci otak” dengan dr. Terawan. “Saya pun pernah menjadi pasiennya dokter Terawan dan hasilnya cukup bagus, cukup menggembirakan,” tutur Agus Hermanto yang dilansir dari Kompas.com.

Testimoni positif lain juga datang dari Aburizal Bakrie. Ia mengunggah testimoni positif tentang pengobatan yang dilakukan oleh dr. Terawan di akun Instagram pribadinya. Saya sendiri termasuk yang merasakan manfaatnya, juga Pak Tri Sutrisno, SBY, AM Hendropriyono, dan banyak tokoh/pejabat, juga masyarakat luas. Mudah menemukan testimoni orang yang tertolong oleh dr Terawan.”

Pejabat lain yang juga merasakan sendiri manfaat terapi dengan metode “cuci otak” dr. Terawan adalah Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Jusuf Kalla mengaku pernah menjadi pasien dr. Terawan. Oleh karena itu, Jusuf Kalla meminta pengkajian ulang atas keputusan pemberhentian sementara dr. Terawan dari IDI. (sbg/Erny)

 

Comments