Tes Keperjakaan
Apakah lewat tes keperjakaan dapat mengetahui mana laki-laki yang tidak perjaka, hanya dari ciri-ciri fisiknya? (Foto: Unsplash)

Sabigaju.com –  Beberapa waktu yang lalu di Tanah Air sempat marak pemberitaan seputar  perlunya tes keperawanan. Pandangan tersebut rupanya memunculkan anggapan tentang perlunya meminta kepada lelaki untuk melakukan hal yang sama: tes keperjakaan, agar tidak terjadi diskriminasi.

Berangsur debat tersebut pun menghilang dengan menimbulkan pertanyaan apakah tes keperawanan maupun tes keperjakaan bisa benar-benar dibuktikan secara ilmiah?

Sebab, tak seperti dugaan banyak orang, ternyata keperawanan wanita tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Lalu, bagaimana dengan para pria?

Apakah ada  tes keperjakaan untuk mengetahui mana laki-laki yang masih perjaka atau tidak , hanya dari ciri-ciri fisiknya?

BACA JUGA

 

Memaknai Keperjakaan

Keperjakaan adalah sebuah konsep sosial dan budaya. Seorang perjaka biasanya digambarkan sebagai pria lajang yang belum pernah berhubungan seksual dengan wanita.

Sebagian masyarakat percaya bahwa hubungan seks berarti penetrasi penis ke dalam vagina. Namun, ada juga yang meyakini bahwa masturbasi atau stimulasi oleh orang lain dengan tangan (hand job) atau oral (blow job) pada penis termasuk hubungan seks.

Pada akhirnya, arti keperjakaan ditentukan oleh masyarakat dan lingkungan tempat seseorang tinggal, serta pemaknaan pribadi terhadap konsep keperjakaan.

Lantas bisa gag sih keperjakaan laki-laki dicek?

Tidak, keperjakaan laki-laki tidak bisa dicek secara fisik. Faktanya, tak ada bukti fisik yang bisa menandakan apakah seorang pria pernah berhubungan seks. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seorang laki-laki masih perjaka adalah dengan bertanya langsung pada orang tersebut.

kamu mungkin pernah dengar beberapa mitos seputar tes keperjakaan laki-laki seperti mengetuk lutut. Pada kenyataannya, dari kacamata medis, lutut kopong tidak disebabkan oleh hubungan seks atau masturbasi.

Lutut bisa terasa lemas, kopong, atau bunyi karena ada gangguan kesehatan seperti pengapuran sendi, kekurangan kalsium, dan osteoporosis. Maka, sebenarnya tes keperjakaan dengan cara mengetuk lutut tidak sah.

Kemustahilan akan Pandangan Baru Tes keperjakaan?

Walau keperjakaan pria memang tidak bisa dibuktikan secara medis. Namun hal ini tidak mencegah beberapa orang untuk berteori dan mengklaim, mereka memiliki cara untuk membuktikan kesucian seorang pria. Bagaimana?

Seorang dokter dari Uganda yang bernama Dr. Khumalo, merasa yakin dia memiliki metode yang bisa membuktikan keperjakaan pria. Salah satunya adalah dengan melihat warna lutut.

“Seorang pria yang lututnya berwarna gelap sudah bukan perjaka,” klaim Dr. Khumalo, melansir Daily Monitor, beberapa waktu lalu. Walau dia mendapatkan banyak kritikan atas teorinya ini, Dr. Khumalo tetap yakin.

Menurutnya, dia yakin dengan teorinya karena hal ini berdasarkan pengalamannya melakukan tes keperjakaan. Dia juga mengatakan, waktu kecil, keperjakaannya diuji, dan dari situlah ia belajar tentang metode melakukan tes  keperjakaan pria.

Parameter lain untuk tes keperjakaan pria, menurut Dr. Khumalo adalah dari kulup dan pembuluh darah penis.

“Anak laki-laki juga memiliki selaput dara (hymen), yaitu lapisan kulit tipis di kulup. Jika kulup penis bisa ditarik dengan mudah, itu artinya selaput daranya sudah hilang. Jika kulupnya perih dan sulit ditarik, itu artinya dia masih perjaka,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, pembuluh darah di penis juga perlu diperiksa. Jika pembuluh darah masih terlihat, itu artinya, pria tadi masih perjaka.

Teori lainnya dari pria ini adalah, keperjakaan bisa dilihat dari aliran urin pria. “Jika semprotan urinnya lurus, dia masih perjaka. Jika menyemprot, maka dia sudah pernah berhubungan seks,” lanjutnya.

Namun teori-teori Dr. Khumolo tentang tes keperjakaan pria ini mendapat sanggahan dari para dokter lainnya. Mereka dengan tegas  mengatakan, keperjakaan pria adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk dibuktikan.

Comments