terobsesi melakukan pola makan sehat bisa menyebabkan ortoreksia
(Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Membiasakan pola makan sehat di bulan puasa ini memang sangat penting untuk menjaga kondisi fisik dan mental kita. Namun, terlalu obsesi untuk menerapkan pola makan sehat juga bisa mengakibatkan gangguan makan yang disebut ortoreksia.

Ortoreksia apaan sih? Orthorexia merupakan salah satu jenis gangguan makan yang bisa menyebabkan penderitanya terobsesi mengonsumsi makan sehat dengan cara keliru sehingga justru membahayakan kesehatan mereka.

Ortoreksia biasanya disebabkan karena kecenderungan obsesif kompulsif dan riwayat gangguan makan sebelumnya. Selain itu, mereka yang memiliki kecenderungan perfeksionisme dan kecemasan tinggi juga bisa mengalami orthorexia.

BACA JUGA: Pilihan Makanan Berprotein Buat Menurunkan Berat Badan 

Efek fisik dan Psikis serta Sosial

Ortoreksia bisa menyebabkan banyak komplikasi medis yang sama dengan gangguan makan lainnya.

Sebagai contoh, kekurangan nutrisi penting yang disebabkan oleh konsumsi makanan yang terbatas dapat menyebabkan kekurangan gizi, anemia, atau detak jantung yang lambat secara abnormal.

Ortoreksia juga dapat menyebabkan malnutrisi parah yang memicu masalah pencernaan, ketidakseimbangan elektrolit dan hormonal, asidosis metabolik dan gangguan kesehatan tulang. Komplikasi fisik ini dapat mengancam jiwa dan tidak boleh diremehkan.

BACA JUGA: Rekomendasi Makanan Diet yang Nikmat untuk Kamu Santap

Efek psikologis  juga bisa dialami oleh penderita ortoreksia berupa frustrasi yang hebat ketika kebiasaan mereka yang berhubungan dengan makanan terganggu.

Terlebih lagi, melanggar aturan diet yang dipaksakan sendiri cenderung menyebabkan perasaan bersalah dan membenci diri sendiri.

Penderita ortoreksia juga cenderung kurang berhasil dalam tugas yang membutuhkan keterampilan pemecahan masalah yang fleksibel. Mereka juga kurang mampu mempertahankan fokus pada lingkungan sekitar, termasuk manusia.

Sementara dari sisi sosial, penderita ortoreksia biasanya sulit mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang berkutat tentang makanan, seperti pesta makan malam atau makan di luar.

Pikiran yang terobsesi dengan pola makan sehat juga sering menyebabkan penderita orthorexia sulit melakukan interaksi sosial. Hal ini dapat membuat mereka mengalami isolasi sosial.

BACA JUGA: Stay At Home Bikin Kita Jadi Lebih Sering Makan

Mengatasi Ortoreksia

Kamu bisa mencegah timbulnya rasa obsesi melakukan pola makan sehat dengan menerapkan pola makan intuitif. Artinya kamu makan ketika lapar dan berhenti ketika kenyang.

Hal ini sekaligus memperhatikan perasaan tubuh dan cara kerjanya sehubungan dengan apa yang masuk ke dalam tubuh.

Pola makan ini emungkinkan adanya hubungan positif dengan peningkatan asupan makanan atau perilaku makan. (Sbg/Rig)

Comments