Netflix
Netflix membuat terobosan gila yakni memberikan pengalaman interaktif bagi penonton untuk menentukan akhir cerita. dalam serial The Black Mirror yang berjudul Bandersnatch. (Foto: Netflix)

Sabigaju.com – Di penghujung 2018 lalu, layanan streaming film Netflix merilis daftar serial televisi dan film yang paling banyak ditonton di platform-nya.

Namun, daftar itu hanya memasukkan konten orisinil yalng diproduksi sendiri oleh Netflix. Padahal, berdasarkan data firma penelitian Jumpshot, lebih dari 50 persen serial televisi yang paling banyak ditonton di Netflix sejatinya tak diproduksi alias non-orisinil. Tiga teratas secara berurutan adalah serial komedi lawas “The Office”, “Friends”, serta “Parks and Recreation”.

Nah Netflix rupanya membuat terobosan gila dengan membawa kejutan yakni memberikan pengalaman interaktif bagi penonton untuk menentukan akhir cerita.

BACA JUGA:

Begini Terobosan Gila Netflix

Terobosan baru Netflix berupa pengalaman interaktif bagi penonton untuk menentukan akhir cerita sebuah film lagi-lagi direspons positif oleh masyarakat.

Hal itu terlihat dari episode teranyar dari serial televisi “ Black Mirror” yang mengusung konsep unik. Lewat episode Black Mirror: Bandersnatch, episode ini, nasib Stefan sebagai karakter utama yang diperankan Fionn Whitehead, sepenuhnya berada di tangan penonton.

Netflix memberikan lima alternatif ending atau akhir cerita yang diberikan. Tak hanya itu, sepanjang tayangan pun penonton disodorkan beragam pilihan yang sifatnya trivial, mulai dari sarapan apa yang harus disantap Stefan, hingga kaset untuk menemani perjalanan.

Pilihan-pilihan trivial itu muncul setiap beberapa menit. Penonton punya waktu 10 detik untuk memilih, atau Netflix yang otomatis memilihkannya jika lewat tenggat.

Ketegangan yang diciptakan dari konsep ini terasa lebih dalam, sebab penonton pada akhirnya berperan sebagai “makhluk asing” yang Stefan sadari keberadaannya.

Ia merasa tak bisa mengontrol dirinya sendiri akibat makhluk asing tersebut.

Proses Produksi yang Memakan Waktu

Produksi episode interaktif ini memakan waktu cukup lama yakni hingga memakan waktu selama 18 bulan. Idenya sendiri sudah mulai muncul sekitar lima tahun lalu, sejak Carla Engelbrecht pertama kali masuk dalam jajaran  orang penting di layanan streaming film tersebut sebagai Product Lead (sekarang menjabat Director of Product Innovation).

Ide itu kemudian didiskusikan panjang-lebar, hingga akhirnya masuk ke proses riset pasar dan implementasi nyata. Adapun bertindak sebagai punggawa adalah David Slade (sutradara), Charlie Brooker (penulis), serta Russel McLean (produser).

Untuk mewujudkan film dengan lima alternatif ending berdurasi 1,5 jam tentu bukan hal mudah. Charlie Brooker pun ketika diberi tahu untuk menulis Black Mirror: Bandersnatch sempat kerepotan saat mengerjakannya.

Namun, upaya keras tentu tak bakal mengkhianati hasil. Bandersnatch mungkin bukan episode Black Mirror dengan cerita paling solid, tetapi konsepnya patut diacungi jempol.

Dirangkum Sabigaju dari laman Wired, baru-baru ini, layanan streaming film tersebut berhasil mendulang pencapaian luar biasa pada tahun ini, baik dari segi karya maupun bisnis.

Tak kurang dari 550 film dan serial televisi orisinil diproduksi sepanjang 2018, dengan biaya mencapai 13 miliar dollar AS (Rp 189 triliun).

Tak sia-sia, 23 konten orisinil layanan streaming film tersebut masuk seleksi nominasi penghargaan bergengsi Emmy Awards. Pelanggan baru pun meningkat signifikan, mencapai 27 juta selama setahun belakangan.

Bukan tak mungkin jika di masa mendatang penonton tak hanya  bisa memilih ending alternatif sebuah film  namun juga memilih aktor bahkan gilanya lagi mereka bisa beramai ramai mengumpulkan uang untuk memproduksi film lengkap mulai dari memilih aktor menentukan jalan cerita hingga ke proses penayangan.

Kita tunggu saja kegilaan tersebut. ( Sbg/Rig)

Comments