Ternyata ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh tubuh kita jika kita jarang berhubungan seks dengan pasangan. (Foto by Brooke Winters on Unsplash)
Ternyata ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh tubuh kita jika kita jarang berhubungan seks dengan pasangan. (Foto by Brooke Winters on Unsplash)

Sabigaju.com – Padatnya jadwal pekerjaan yang menyita waktu ataupun jauhnya jarak kantor dari rumah membuat banyak pasangan yang jarang berhubungan seks hingga tak menjadikan seks sebagai hal utama dalam kehidupan pernikahan bagi kebanyakan orang saat ini.

Padahal Aktivitas seksual adalah salah satu elemen penting untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan profesor bidang psikologi San Diego State University, AS, Jean Twenge rata-rata pasangan sudah menikah berhubungan seks 51 kali setahun. Bisa dikatakan aktivitas bercinta hanya satu atau dua kali dalam seminggu.

Menurut prediksi Twenge, hal ini terjadi karena banyak pasangan menghabiskan waktu bekerja dan mengasuh anak. Selain itu, kehadiran banyak fasilitas hiburan membuat banyak pasangan jadi lupa bercinta.

“Sekarang ada banyak cara lain menghabiskan waktu luang di rumah dengan menyenangkan. Seperti streaming menonton serial televisi di Netflix atau hal lain,” kata Twenge seperti dilansir laman Time baru-baru ini.

Namun, perlu kamu ketahui  bahwa ada akibat  yan timbul pada tubuh jika kamu  jarang  berhubungan seks  dengan pasangan.

1. Jadi Sering Cemas

Hubungan intim membantu kita untuk rileks berkat adanya hormon endorfin dan oksitosin.

Para peneliti Skotlandia mendapati bahwa orang-orang yang absen berhubungan seks kerap kesulitan menghadapi situasi yang menimbulkan stres, seperti berbicara di depan umum, dibandingkan pasangan yang rutin berhubungan seks sedikitnya sekali dalam dua minggu.

2. Lebih Gampang Kena Flu

Jarang berhubungan seks bisa mengurangi paparan terhadap kuman. Tetapi, Anda juga kehilangan manfaat kekebalan tubuh.

Sebab, orang yang berhubungan intim sekali atau dua kali seminggu bisa meningkatkan antibodi A (Immunoglobulin A atau IgA) hingga 30%.

Antibodi A berperan dalam kekebalan mukosa (lendir atau cairan yang dikeluarkan tubuh) dengan mencegah penempelan bakteri dan virus ke selaput lendir, demikian menurut peneliti dari Wilkes-Barre University di Pennsylvania.

3. Jarang Berhubungan Seks dapat Menimbulkan Sering Sakit Kepala

Berhubungan seks bisa meningkatkan produksi hormon “cinta”, oksitosin.

Peningkatan ini kemudian memicu dilepasnya hormon endorfin, hormon penghilang rasa sakit. Nah, menurut The Science of Orgasm by Beverly Whipple, ketika istri mengalami orgasme, toleransi dan intensitas pendeteksi rasa sakit bisa meningkat hingga 74,6% dan 106,7%.

4. Risiko Infeksi Saluran Kencing Berkurang

Ini dampak baik jika jarang berhubungan seks. Hampir 80% ISK terjadi dalam masa 24 jam setelah berhubungan intim. Saat berhubungan seks, bakteri pada vagina bisa terdorong masuk ke saluran kencing (uretra), di mana infeksi bisa terjadi.

5. Menurunkan Kepercayaan Diri

Absen berhubungan seks bisa mengganggu kebahagiaan istri dan suami, sehingga bisa mengancam hubungan suami-istri.

“Pernikahan tanpa hubungan seks bisa mengancam kepercayaan diri, menimbulkan rasa bersalah, mengurangi kadar oksitosin dan hormon-hormon bonding lainnya,” kata Les Parrott, PhD, psikolog dan penulis buku Saving Your Marriage Before It Starts.

Kepercayaan istri terhadap suami juga bisa hilang, menimbulkan kekhawatiran suami akan mencari orang lain untuk memenuhi kebutuhan seksnya. Bahaya, kan?

Ternyata, jarang berhubungan seks tidak hanya memengaruhi relasi istri dan suami, tetapi juga fisik lho. Mulai sekarang, lakukan hubungan seks secara rutin lagi seperti saat menjadi pengantin baru yah. (Sbg/Rig)

Comments