Kelamaan di rumah bisa berdampak buruk pada psikis dan fisik
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Belum meredanya pandemi Covid 19 Pandemi membuat begitu banyak orang terpaksa melakukan beragam aktivitas ataupun melakukan kegiatan sosial di rumah guna menekan penyebaran virus.

Namun, jika kondisi berdiam di rumah ini berlangsung lama tanpa kejelasan kapan berakhirnya, banyak orang akan mengalami kelelahan mental.

Sebab telalu lama berdiam di rumah, di dalam ruangan, minim cahaya, kebisingan dan interaksi berdampak negatif pada fisik dan psikis.

BACA JUGA: Dear Jakartans, Kita Stay At Home Dulu Yah! 

Perubahan Mood Berubah jadi Pemarah atau Depresi

Berdiam di rumah selama satu atau dua hari bisa terasa nyaman. Tapi setelah itu, perasaan seperti hygge itu mungkin mulai digantikan oleh cabin fever  dan berpotensi memicu pikiran negatif.

Terlalu lama di dalam rumah dan tidak berinteraksi dengan alam bebas bisa membuat perasaan dan pikiran mendek, bahkan depresi dan sedih.

Rasa Marah
(Foto Freepik.com)

“Kecemasan dan depresi, keduanya meningkat ketika Anda terkurung di dalam ruangan. Bahkan jika Anda sendiri yang memilih untuk tinggal di dalam,” papar psikoterapi Dr Laura Dabney.

Agar emosi dan pikiran tetap terkontrol, tetaplah keluar rumah meski hanya sekadar merasakan kehangatan mentari, mendengar kicauan burung atau menatap langit. Itu semua diyakini bisa mencipta suasana hati yang damai.

BACA JUGA: Detoks Mental, Kuras Sampah di Pikiran Saat Pandemi 

Berisiko Kecanduan Gadget

Musik baik untuk alarm bangun Tidur
(Foto: Freepik.com)

Ponsel dan laptop mungkin jadi teman setia saat Anda tinggal di rumah. Meski ada banyak manfaat yang diambil dari itu, menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengoperasikan gawai bisa memberi dampak negatif bagi tubuh bahkan memicu kecanduan gawai.

Penggunaan ponsel yang sering dikaitkan dengan serangkaian masalah kesehatan mental, termasuk stres dan depresi. Terlebih lagi, menghabiskan waktu di ponsel biasanya menyita waktu.

BACA JUGA: Stay At Home Susah Tidur Nyenyak? Coba Cek Hal Berikut!

Mengganggu kualitas Tidur

kelamaan di rumah bisa memicu seseorang mengalami susah tidur.
(Foto: Freepik,com)

National Sleep Foundation mengungkap bahwa depresi dan stres dapat mengganggu kualitas tidur.

Jadi, jika berada di dalam ruangan untuk waktu yang lama memengaruhi suasana hati Anda di siang hari, kemungkinan besar dirimu akan sulit tidur di malam hari.

Tingkat Vitamin D Bisa Turun

Tubuh kita mendapat sebagian asupan vitamin D dari paparan sinar matahari. Jadi terlalu lama tinggal di rumah berarti Anda telah kehilangan sebagian nutrisi penting bagi tubuh.

Rasa Frustasi banyak menghantui orang saat Pandemi
(Foto: Freepik,com)

“Minimal sempatkan 10 hingga 30 menit berjemur di bawah sinar matahari setiap hari dalam seminggu. Itu sudah cukup untuk mempertahankan tingkat yang memadai,” kata Ruby Shah, seorang internis di Texas Health Presbyterian Hospital Plano.

BACA JUGA: Mengapa Kita Terpikat Kuliner Tak Sehat Saat Stay at Home?

Obesitas dan Lesu

kelammaan di rumah bisa memicu kegemukan
(Sumber Foto: Freepix.com)

Terlalu lama di dalam ruangan bisa memicu obesitas dan sering merasa lesu. Itu disebabkan karena minimnya aktivitas fisik yang dilakukan selama terisolasi di dalam ruangan.

“Kita cenderung kurang aktif di dalam ruangan. Sementara saat kita berada di luar, kita lebih sering berjalan dan menggunakan otot kita, bahkan jika hanya berjalan ke mini market,” tutup Ruby Shah.

Comments