Demonstrasi besar yang terjadi di berbagai kota di Iran sejak 28 Desember 2017 lalu dikabarkan sudah mulai mereda. (Foto : You Tube)
Demonstrasi besar yang terjadi di berbagai kota di Iran sejak 28 Desember 2017 lalu dikabarkan sudah mulai mereda. (Foto : You Tube)

Sabigaju.com – Sekitar 3.700 orang ditangkap sepanjang demonstrasi besar anti pemerintah di Iran yang berlangsung sejak 28 Desember 2017 hingga mulai mereda pada pekan lalu.

Demikian hasil perhitungan sementara yang disebutkan seorang anggota Parlemen negara Iran, Mahmoud Sadeghi. Sadeghi juga mengatakan, dari ribuan yang ditangkap, sekitar 40 – 68 berstatus pelajar/mahasiswa. Demikian seperti dikutip dari wedbsite CNN, pada Kamis (11/1)

Perkiran Mahmoud Sadeghi nampaknya jauh melebih dari klaim pemerintah Iran yang belum lama ini menyebut sebanyak 450 orang diamankan ataupun perkiraan dari pihak Amerika Serikat yang menyebut jumlah sebanyak 1.100 orang yang ditangkap dalam aksi demonstrasi besar yang melanda negeri tersebut.

Namun demikian data dan angka yang dibeberkan Sadeghi memberikan sudut pandang alternatif terkait tendensi abuse of power yang dilakukan oleh pemerintah Iran dalam menyikapi demonstrasi tersebut.

Kendati demikian, Parlemen Iran sendiri pun belum menetapkan angka resmi terkait jumlah individu yang ditangkap dalam aksi demonstrasi besar yang terjadi selama lebih dari sebelas hari tersebut.

Terkait Demonstrasi Besar,  Mantan Presiden Iran Ditangkap

Penangkapan yang dilakukan oleh perintah penguasa Iran tidak hanya dilakukan terhadap para pendemo namun juga terjadi kepada mantan antan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

Ahmadinejad ditangkap oleh pihak berwenang karena diduga menghasut para pengunjuk rasa saat menggelar demo anti-pemerintah Iran beberapa waktu lalu.

Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmaddinejad ditangkap pihak berwenang terkait demo besar yang melanda Iran belum lama ini. (Foto: You tube)

Kabar itu dilaporkan harian Al-Quds Al-Arabi yang berbasis di London belum lama ini dengan mengutip sumber terpercaya di Teheran.

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa Ahmadinejad tengah berkunjung ke kota Bushehr pada tanggal 28 Desember. Menurut Al-Quds Al-Arabi, komentar Ahmadinejad, yang dilontarkan saat demonstrasi anti-pemerintah mengenai ekonomi, memanas dan menyebabkan penangkapannya.

Unjuk rasa besar-besaran di Iran bermula pada 28 Desember 2017 lalu. Saat itu penduduk di Kota Mashdad turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa untuk memprotes kenaikan harga bahan pokok. Dengan cepat aksi tersebut menyebar ke 80 kota lainnya dan membuat penduduk turun ke jalan.

Pendemo juga mengecam kepemimpinan Presiden Hassan Rouhani dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Mereka memprotes pemerintah yang fokus pada isu-isu asing dan cenderung mengabaikan masalah domestik.

Penguasa Iran Angkat Bicara

Ayatollah Ali Khamenei (Foto Twitter @khamenei_ir)

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Amerika Serikat akan gagal total jika berusaha mencampuri urusan Iran.

Dalam pidatonya, Khamenei mengulangi sebuah klaim yang dilontarkan oleh beberapa pejabat Iran bahwa demonstrasi besar itu tidak hanya diatur, namun juga didanai oleh pihak luar negeri.

“Sekali lagi, saya tegaskan kepada Amerika Serikat dan Inggris yang berusaha untuk menggulingkan Republik Islam Iran, kalian telah gagal dan akan terus gagal pada masa depan,” ucap Khamenei dalam sebuah cuitan di Twitter pada 9 Januari 2018. (Sbg/Rig)

Comments