Lord Didi adalah salah satu julukan Didi kempot
(Foto: Instagram didikempot_official)

Sabigaju.com – Jagat musik Tanah Air kembali berduka.Hari ini Selasa (5/5/2020), penyanyi campursari Internasional Dionisius Prasety atau yang populer dikenal sebagai Didi Kempot alias Lord Didi, meninggal dunia dalam usia 53 tahun pada pukul 07.45 WIB di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah.

Dugaan Didi meninggal dunia efek dari kecapekan. Apalagi belakangan ini Lord Didi memang sangat sibuk dengan aktivitas menyanyinya.

Kepergian penyanyi berjuluk The Godfather of Broken Heart atau Bapak Patah Hati Nasiona meninggalkan rasa patah hati yang mendalam bagi pecinta campursari tanah air.

Rencananya jenazah jenazah Didi Kempot akan dimakamkan di kampung halamannya, Ngawi, Jawa Timur.

BACA JUGA: Didi Kempot, Jogeti Patah Hati Ke Seluruh Bumi

BIkin Heboh Penomton Tanpa Kehebohan

Penyanyi campursari Internasional, Didi Kempot yang berjuluk Lord Didi menjadi sebuah fenomena menarik.Hampir setiap lagu yang dibawakan nya identik dengan rasa patah hati yang sangat digemari oleh anak-anak muda saat ini.

Didi Kempot sudah kondang jauh sebelum 2019. Namun, daya tariknya tak terbendung sdalam beberapa tahun belakangan ini.

Lord Didi saat Konser beberapa waktu lalu
(Foto: Instagram didikempot_official)

Para sobat Ambyar benar-benar terbawa suasana, karena lagu seperti Kalung Emas, Pamer Bojo, Banyu Langit, Layang Kangen, Sewu Kutho hingga cidro

Hampir semua lirik lagu Lord Didi begitu menusuk hati, mengingatkan kembali tentang patah hati di masa lalu para penonton ataupun mereka yang masih sendiri saat ini lantaran ditinggal pergi kekasih.

Teriakan gembira cendol dawet, joget massal, nyanyi bersama, bahkan tetes air mata kerap menjadi pemandangan disetiap pertunjukanLord Didi.

Setiap konser seperti pelampiasan pada kenangan pahit di masa lalu. Mereka ikut menyanyi dan joget sepanjang Didi menyanyi.

Kehebohan penonton seakan berbanding terbalik dengan sosok Lord Didi di setiap konsernya yang tak pernah tampil heboh.

BACA JUGA: Malaikat Juga Tahu, Glenn Fredly yang Jadi Juaranya 

Didi Kempot tidak begitu atraktif. Ia selalu menyanyi tanpa jingkrak, tanpa goyang pinggul atau joget heboh. Ia lebih banyak memainkan ujung jari, Didi bahkan terlihat seperti menahan diri untuk bergoyang.

Dalam setiap pertunjukan Lord Didi lebih banyak memasukkan tangan ke saku celana sementara tangan lain bergantian memegang mikropon. Sesekali tangan terentang memberi aba-aba ke penonton.

Sekalipun tanpa aksi panggung heboh, penikmat lagu-lagu Lord Didi malah semakin menggila. Suara ribuan penonton terdengar membahana bahkan kerap lebih keras dari volume musik di panggung utama.

Besar Karena Media Sosial

Bisa dibilang fenomena Lord Didi ini bermula ketika sebuah video yang diunggah akun twitter Agus Magelang @AgusMagelangan menjadi viral.

Video tersebut menampilkan sekelompok anak muda yang begitu menghayati lagu-lagu yang dibawakan Didi Kempot.

Sosok Agus inilah yang kemudian memberi julukan Godfather of Broken Heart kepada Didi Kempot.

penonton selalu heboh di Setiap Konser Lord Didi
(Foto: Instagram didikempot_official)

Istilah-istilah seperti Godfather of Broken Heart, Sobat Ambyar, Sadbois, Sadgels, Lord Didi, Bapak Loro Ati Nasional dan lainnya tiba-tiba menjadi perbincangan.

Popularitas Didi Kempot semakin melambung tinggi ketika dia menjadi bintang tamu dalam vlog Ngobam dengan Gofar Hilman.

Bila sebelumnya lagu-lagu Didi yang kebanyakan berbahasa Jawa hanya dinikmati penutur bahasa itu, kini semua kalangan bak kena sihir patah hati Lord Didi.

Penggemar lagu-lagu pria yang berdomisili di Solo, Jawa Tengah, itu kini tidak terbatas pada kalangan orang tua atau generasi pada masa lagu-lagunya pertama kali dirilis. Didi merebut hati anak muda seantero Nusantara.

BACA JUGA: Menata Hati setelah Kehilangan Orang Terkasih

Perduli Mereka yang Terdampak CoVid

Sebelum mengembuskan napas terakhir, mendiang Didi Kempot sempat menggalang donasi untuk masyarakat yang terdampak langsung pandemi virus corona atau Covid-19.

Acara bertajuk “Konser Amal dari Rumah” itu digelar pada Sabtu (11/4/2020) yang disiarkan langsung oleh KompasTV.

Dari konser itu pula, penyanyi campur sari Lord Didi berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 7,6 miliar. Untuk sementara, hasil dari donasi tersebut telah disumbangkan ke beberapa wilayah yang terdampak Covid-19.

Donasi telah disalurkan ke empat lembaga yakni Lazis NU, Laziz MUhammadiyah, Jaringan lintas Iman untuk Covid (JIC), dan Sobat Ambyar. Tak hanya itu, donasi juga diberikan kepada Jaringan Lintas Iman Tanggap Covid-19

Selamat Jalan Lord Didi,. terimakasih atas kepedulianmu dan terutama  sudah mengobati patah hati kami .  Akan selalu terngiang di sanubari, “Patah hati harus dijogeti bukan ditangisi.” (Sbg/Rig)

Comments