Nikah
Ada banyak orang yang telat nikah tapi hidup dan rumah tangga mereka malah jadi bahagia(Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Banyak dari kita yang kerap ditembak dengan pertanyaan “kapan nikah” oleh kerabat saat mencapai usia layak nikah.

Buat mereka, kamu yang udah lulus kuliah, kerja pun sudah lumayan mapan, “Apa coba yang ditunggu?” Belum lagi, orangtua mana yang nggak pengen momong cucu.

Tentu, saat ditanya “Kapan nikah?” sih cuma bikin kamu senyum aja. Sampai lama-lama kamu pun mulai bosan, malas juga miris dan rasanya kamu ingin ngegas menjawabnya.

Tahan! kamu gag perlu emosi menjawab pertanyaan yang memang rasanya tuh kayak dicubit pas banget di perut yang bikin perih. Asal kamu tahu nih sebuah penelitian terbaru mengatakan bahwa kebahagiaan tersebut tergantung kapan kamu menikah.

BACA JUGA:

Buru-Buru Nikah Bikin Hidup Kurang  Hepi

Lewat sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Alberta didapat sebuah temuan menarik yang bermanfaat buat kamu yang belum juga menemukan jodoh hingga sering ditanya oleh orang terdekat soal kapan nikah.

Para peneliti dari University of Alberta melakukan survei terhadap lebih dari 1.000 siswa di kota Edmonton, Kanada pada tahun 1985 ketika para peserta masih berusia 18 tahun.

Lebih dari 30 tahun kemudian, tim peneliti kembali menghubungi kembali para peserta tersebut. Sebanyak 405 peserta berhasil dikontak peneliti untuk penelitian ini.

Nikah
(Foto: Pexels)

Peneliti pun mempelajari kehidupan para peserta pada masa sekarang demi mengetahui apakah waktu pernikahan mereka terkait dengan kebahagiaan, gejala depresi, dan kualitas harga diri pada usia paruh baya.

Temuan ini menunjukkan bahwa beberapa peserta yang menikah di usia awal 20-an, mereka melaporkan tidak bahagia. Sementara peserta yang menunggu atau baru menikah pada usia matang dilaporkan lebih bahagia.

Buru-Buru Menikah Bikin Hidup Tertekan

Matt Johnson, peneliti ekologi keluarga dari University of Alberta, menjelaskan bahwa alasan utama kelompok responden yang tidak bahagia adalah belum siap dengan perkawinan sehingga membuat mereka merasa tertekan.

“Orang-orang yang menikah dini cenderung tidak mendapatkan pendidikan tinggi dan luas, sibuk mengurus anak sehingga terjebak dalam karier yang tidak mereka inginkan,” jelasnya seperti dikutip Sabigaju dari CTV News belum lama ini.

Dia menambahkan, orang-orang yang menikah lebih awal cenderung mengalami penurunan harga diri dan tidak percaya diri.

Nikah
(Foto: Pexels)

Mereka yang menikah pada akhir 20-an atau lebih tua justru melaporkan kesejahteraan yang lebih baik kemudian hari.

Hasil penelitian yang diterbitkan pada Journal of Family of Psychlogy ini mengukur kualitas kebahagiaan setelah pernikahan menggunakan waktu ideal untuk konjugasi yang kira-kira sama dengan teman sebaya responden lainnya.

“Orang-orang yang melakukan hal-hal tepat waktu mendapatkan persetujuan sosial – keluarga menyetujui, teman menyetujui – sehingga membuat transisi tampak lebih normal dan lebih mudah,” katanya.

“Kami tidak menemukan bahwa menikah terlambat adalah negatif dalam hal kesejahteraan subjektif masa depan. Bahkan, menikah terlambat lebih baik dibandingkan menikah dini.”

Selain itu, penelitian juga menyebutkan, orang-orang yang dianggap telat menikah memperlihatkan hidup yang minim tekanan dan risiko menderita depresi lebih rendah.

Ada Resiko dari Telat Nikah

Namun demikian Johnson juga mengungkapkan, menikah pada usia lebih tua tak berarti tidak ada risiko, terutama bagi perempuan.

Menurut penjelasan yang ditinjau oleh dr. Kevin Adrian, hamil saat usia mencapai di atas 35 tahun memang cenderung berisiko mengalami beberapa gangguan, seperti diabetes gestasional hingga preeklamsia.

Memutuskan memiliki anak pertama maupun anak selanjutnya pada usia 30 atau 35 tahun ke atas bisa jadi keputusan yang penuh dengan pertimbangan kesehatan.

Namun, lewat persiapan yang matang, ibu hamil dengan usia lebih dari 35 tahun tetap bisa melahirkan bayi yang sehat dan normal.

Nikah
(Foto: Pexels)

Johnson juga menyebutkan, menikah pada usia matang bisa jadi penyeimbang untuk kamu menemukan seseorang yang benar-benar cocok dan terbaik.

Jadi penelitian menyimpulkan bahwa  kapan pun kamu menikah, itu membuat diri lebih bahagia ketimbang mereka yang sama sekali tidak menikah.

So! gag usah emosi yah kalau ditanya kapan nikah. Lebih baik telat tapi bahagia daripada buru-buru tapi gag hepi. (Sbg/Rig)

Comments