Ada sebagian orang yang menglami kondisi agoraphibia alias cemas berlabih saat menyongsong era new normal,
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Pemerintah telah menetapkan bahwa dalam waktu dekat ini, Indonesia juga akan memasuki fase new normal. Ini dilakukan demi menghidupkan kembali sektor perekonomian.

Walau sebagian orang mungkin merasa lega karena bisa kembali mencari rezeki atau beraktivitas kembali setelah jenuh beberapa waktu di rumah, mungkin saja sebagian lainnya justru merasa cemas.

Ada yang merasa bahwa fase new normal ini menakutkan. Mereka merasa ketakutan dan bahkan parno ketika berada di luar. Mereka takut tertular virus Corona.

Rasa cemas ini kemudian berubah menjadi ketakutan yang luar biasa dan kepanikan. Mereka merasa terancam di tempat ramai dan terbuka. Beberapa lainnya juga takut ruangan tertutup seperti lift.

BACA JUGA: No Pesimis, New Normal Waktunya Kita Junjung Optimisme!

Waspada Agoraphobia

Agoraphobia adalah suatu kecemasan berlebih pada tempat dan situasi yang membuatknya panik, malu, tak berdaya, hingga terperangka (Alodokter). Apa sih, yang menyebabkan mereka mengalami phobia ini?

Walaupun ada yang merasa takut karena tindakan kriminal, mengalami kecelakaan, trauma akan masa lalu dan lain-lain, ada faktor yang sangat relate pada situasi sekarang, yakni takut dengan penyakit tertular.

Nah, ketika menghadapi fase new normal, mereka akan merasa cemas ketika berada di luar. Mereka takut sekali akan tertular dengan virus Corona baru ini.

Mereka merasa bahwa virus ada di mana-mana. Apapun yang menyebabkan virus bisa menghinggap, mereka takut sekali menyentuhnya. Bahkan bisa jadi, mereka takut dekat orang lain.

Selain gejala di atas, terdapat pula gejala fisik yang mesti diperhatikan. Gejala fisik tersebut berupa, jantung berdebar, napas menjadi cepat, nyeri dada, tubuh menjadi panas dan berkeringat, dan lain-lain.

BACA JUGA: Siapkan Imunitas Tubuh Menyongsong Era New Normal

Harus Apa Nih?

Jika kamu mengalami hal di atas, kamu tak bisa langsung self-diagnose bahwa kamu Agoraphobia ya. Jika memang terdapat gejala tersebut, ada baiknya kamu mengunjungi psikolog atau psikiater.

Terlebih, jika kamu merasa sangat amat cemass hingga muncul keinginan untuk melukai diri dan bunuh diri. Bantuan dari profesional sangat dibutuhkan.

Jadi, tak perlu cemas bahwa Agoraphobia tak bisa dibutuhkan. Asalkan kamu paham dengan gejalanya, kamu bisa langsung meminta bantuan ya. (Sbg/Dinda)

Comments