Bekerja dari Rumah bisa bikin stres
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Untuk menekan penyebaran virus Corona di Indonesia, sejumlah perusahaan telah mengeluarkan kebijakan work from home alias kebiasaan bekerja dari rumah.

Meski kebijakan ini tentunya disambut dengan gembira oleh begitu banyak pekerja. Namun, memindahkan budaya kerja yang sudah terbentuk dari kebiasaan bekerja di kantor menjadi kebiasaan bekerja darii rumah, perlu penyesuaian yang tidak mudah.

Yup, mengubah pola pikir bahwa jam kerja ketika di rumah adalah waktu untuk bekerja bukan waktu untuk keluarga, bukan perkara mudah. Konsentrasi akan terbagi untuk keluarga dan pekerjaan.

BACA JUGA: Tetap Bekerja Meski Covid-19 Merajalela!

Penelitian Dirumah Lebih Stres Keytimbang di Kantor

Menurut studi ilmiah, ternyata kebiasaan bekerja  dari rumah sebenarnya kita lebih merasa stres ketimbang di kantor. Para peneliti dari Pennsylvania State University melibatkan 122 partisipan berusia 18 tahun ke atas.

Mereka adalah para karyawan yang bekerja 5 hari dalam seminggu dan keluar rumah dari jam 6 pagi sampai jam 7 malam. Para peneliti mengukur kadar hormon stres atau kortisol mereka 6 kali dalam sehari.

Para partisipan dicek kadar stresnya dengan cara diambil usapan liur dan diukur menggunakan alat khusus. Mereka juga ditanya bagaimana perasaan mereka saat itu.

Hasilnya konsisten pada pria dan wanita, baik yang masih lajang atau memiliki anak, meski memang ada perbedaan cukup besar pada mereka yang memiliki anak. Mayoritas menjawab mereka lebih stres saat melakukan kebiasaan kerja dari rumah.

Hanya orang yang sangat membenci pekerjaannya saja yang merasa tidak stres saat di rumah. Hasil penelitian ini menguatkan fakta yang menyebutkan bahwa kita sebenarnya tidak terlalu stres saat di kantor dibanding saat di rumah.

BACA JUGA: Aplikasi Anti Covid-19 Buat Bantu Kamu Bekerja dari Rumah

Bisa berdampak Insomnia Hingga Kesepian

Penelitian soal bekerja dari rumah juga dilakukan oleh Organisasi Buruh Internasional (International Labor Organization/ILO), mengungkap kalau bekerja dari rumah ternyata bisa menyebabkan insomnia, stres dan kesepian yang lebih tinggi.

Studi ILO ini mengangkat tema tentang bekerja kapan saja dan di mana saja, serta dampak terhadap kebiasaan bekerja dari tiga kelompok pekerja di 15 negara yang mencakup Amerika Serikat (AS), Jepang dan 10 negara di Eropa.

Mereka adalah orang-orang yang memiliki kebiasaan bekerja dari rumah, karyawan yang membagi ruangan antara rumah dan kantor, serta mereka yang bekerja di beberapa tempat di luar kantor.

Studi ini menemukan kalau mereka yang bekerja di luar kantor rentan terhadap kesejahteraan yang negatif dan mengalami efek kesehatan buruk.

Hampir setengah (41 persen) dari karyawan yang sangat mobile melaporkan tingkat stres lebih tinggi dibandingkan pekerja kantoran.

BACA JUGA: Bekerja dari Rumah dan Dampaknya pada Kesehatan Mental 

Penelitian ini juga menemukan, 42 persen di antaranya mengalami insomnia dibandingkan dengan 29 persen pekerja kantoran regular.

Mereka yang bekerja di luar kantor cenderung bekerja lebih lama, dan banyak yang merasa terisolasi dan kurangnya informasi informal yang ada di tempat kerja.

Jadi, jangan heran kalau sebagian orang menganggap bekerja  di kantor adalah me-time yang menyenangkan.  Karena tak semua orang bisa menikmati kebiasaan kerja dari rumah. (Sbg/Rig)

Comments