Penyakit Glioblastoma
Penyakit Glioblastoma kini menjadi penyakit yang menjadi perhatian netizen dan mereka mencari tahu bagaimana cara mencegahnya. (Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Setelah sebelumnya menyerang kesehatan dari Senator Amerika Serikat John McCain, calon presiden dari Partai Republik yang bersaing dengan Barrack Obama pada 2008, penyakit tumor otak primer yang disebut penyakit glioblastoma kini rupanya mendera kesehatan dari aktor yang juga komedian Tanah Air, Agung Hercules.

Glioblastoma pun kini menjadi penyakit yang menjadi perhatian netizen dan mereka mencari tahu bagaimana cara mencegahnya.

Nah Sabigaju akan membahas mengenai seluk beluk penyakit glioblastoma berikut ini.

BACA JUGA: Waspada! Empat Penyakit yang Mengintai Generasi Milenial

Penyebab dan Gejala Penyakit Glioblastoma

Dilansir laman Moffitt Cancer Center, Glioblastoma adalah kanker otak ganas dan sangat invasif yang langka. Terdapat 2-3 penderita glioblastoma dari 100 ribu orang per tahun di seluruh dunia.

Penyebab penyakit glioblastoma sebagian besar belum diketahui, namun berdasarkan penelitian, 5 persen disebabkan oleh kondisi keturunan dan 95 persen tidak dikaitkan dengan penyebab spesifik apapun.

Menurut Elizabeth Stoll seorang peneliti dari University of Newcastle’s Institute of Neuroscience di Inggris, Glioblastoma diperkirakan muncul secara spontan dan bisa menimpa siapa saja pada usia berapa pun. Walau demikian, pertambahan usia merupakan faktor utama,

Ditambahkannya, akumulasi mutasi dalam sel dari waktu ke waktu dapat menyebabkan tumor spontan.

“Seperti banyak kanker, Anda lebih mungkin mendapatkannya saat Anda lebih tua,” jelasnya.

Jenis tumor ini pada dasarnya tidak dipengaruhi faktor genetik atau lingkungan, pun riwayat penyakit tertentu.

Adapun gejala penyakit glioblastoma biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan di otak, akibat pertumbuhan tumor yang cepat. Gejala ini umumnya bersifat neurologis, termasuk kejang, sakit kepala, mual, muntah dan mengantuk.

Penderita penyakit Glioblastoma mungkin mengalami gejala lain, bergantung pada di mana tumor berada. Misalnya merasa lemah di satu sisi tubuh, kesulitan mengingat atau bicara, dan mengalami perubahan visual.

BACA JUGA: Penyakit ini Membuat Penderitanya Hidup Seperti Vampir dan Zombie

Metode Penyembuhan dan Harapan Baru Pengidap Glioblastoma

Sedikitnya ada tiga perawatan utama yang tersedia untuk menanggulangi penyakit  Glioblastoma . Yaitu lewat operasi bedah, diikuti radiasi, dan kemoterapi.

Menurut Dr. Behnam Badie, Direktur Program tumor otak di City of Hope di Duarte, pengobatan standar dimulai dengan pembedahan untuk menghilangkan sebanyak mungkin tumor dari otak seaman mungkin, sekaligus mengurangi tekanan di otak.

Setelah beberapa minggu pulih, diikuti lima sampai enam minggu pengobatan dosis harian, dan radiasi dosis rendah serta kemoterapi. Kemoterapi di sini untuk membantu radiasi agar lebih efektif.

Langkah terakhir adalah kemoterapi dosis tinggi. Jadwal biasanya lima hari kemoterapi setiap hari, lalu tiga minggu libur, kemudian lima hari pengobatan lagi. Ini berlanjut selama enam bulan sampai satu tahun.

BACA JUGA: Waspada, Sederet Tanda yang Bisa Jadi Kamu Terserang Penyakit Ginjal

Namun kembali lagi pada lokasi dan penyebaran tumor di otak. Ada beberapa tempat di otak yang dianggap berisiko tinggi, pun menimbulkan efek samping terutama pada fisik.

Itu sebabnya Glioblastoma dianggap sangat sulit diobati dan penyembuhannya seringkali tidak mungkin dilakukan. Sebaliknya, perawatan dapat memperlambat perkembangan kanker dan mengurangi tanda serta gejala.

Kabar baiknya, kini periset sedang melangsungkan uji coba klinis imunoterapi, jenis obat baru yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mengobati penyakit glioblastoma pada masa depan.

Hal ini dapat menumbuhkan harapan baru agar kedepan diagnosa penyakit Glioblastoma tidak lagi menjadi hukuman mati yang tidak terelakkan. (Sbg/Rig

Comments